Orang-orang Tiongkok di Kesultanan Cirebon

MASIH TERAWAT: Makam Tan Sam Cai Kong atau Tumenggung Aria Wiracula di Jalan Sukalila Utara, Kelurahan Kejaksan, Kecamatan Kejaksan. FOTO: ILMI YANFAUNNAS/RADAR CIREBON
MASIH TERAWAT: Makam Tan Sam Cai Kong atau Tumenggung Aria Wiracula di Jalan Sukalila Utara, Kelurahan Kejaksan, Kecamatan Kejaksan. FOTO: ILMI YANFAUNNAS/RADAR CIREBON
0 Komentar

Nuansa Tiongkok juga terlihat pada salah satu motif batik di Cirebon, yakni Megamendung. Sobana menyebut bahwa gambaran naga pada kereta pusaka kesultanan Cirebon sangat erat kaitannya dengan kebudayaan Tiongkok.

“Namun selain menyerap budaya luar yang bersifat positif, diduga sebagian warga masyarakat Cirebon juga menyerap budaya yang bertentangan dengan ajaran Islam” kata Sobana dalam Cirebon dalam Tiga Zaman: Abad ke-15 hingga Pertengahan Abad ke-20.

Salah satunya adalah arak. Hal itu didasarkan pada keberadaan pabrik arak di Cirebon yang dikelola oleh orang-orang Tionghoa. Dalam Eenige Offciele Stukken met Betrekking tot Tjirebon, laporan resmi pemerintah Belanda yang ditulis J.L.A. Brandes, menyebut kebiasaan minum minuman keras telah menjadi budaya di pelabuhan-pelabuhan Cirebon yang dibawa oleh para pedagang dari mancanegara. (*)

0 Komentar