Galileo vs Gereja: Konflik Sains dan Kekuasaan yang Mengguncang Eropa

Galileo
Galileo
0 Komentar

“KAMU mau memberitahuku apa yang kita cari?” tanya Vittoria Vetra kepada Robert Langdon ketika melintasi Borgia Courtyard, Kota Vatikan, menuju Gedung Arsip Vatikan.

“Sebuah buku kecil yang ditulis oleh seorang lelaki bernama Galileo,” jawab profesor simbologi dari Universitas Harvard itu. “Seharusnya buku itu berisi sesuatu yang disebut il segno.”

“Tanda apa?”

Langdon menyebut satu nama: Gereja Illuminati. Suatu tempat kumpul rahasia para anggota Illuminati pada abad ke-17 di Roma. Suatu tempat para illuminatus bebas membicarakan topik-topik yang dilarang otoritas Kepausan.

Baca Juga:Illuminati, Organisasi Rahasia yang Melahirkan Banyak Teori KonspirasiLatar Belakang Revolusi Prancis 1789: Krisis, Ketimpangan, dan Runtuhnya Monarki

Malam itu seorang pembunuh bayaran menculik empat kardinal dan mengancam akan membunuh mereka di Gereja Illuminati. Tak hanya itu, si pembunuh juga telah memasang sebuah bom antimateri di Vatikan yang akan meledak tepat tengah malam. Pembunuhan dan bom itu, kata si pembunuh, adalah balasan atas persekusi Inkuisisi terhadap ilmuwan-ilmuwan Illuminati di masa lalu.

Masalahnya, hampir mustahil menemukan Gereja Illuminati manakala lanskap Kota Roma telah berubah drastis sejak empat abad silam dan kerahasiaan lokasi Gereja Illuminati itu tak pernah terbongkar. Mereka cuma bisa berharap pada Il Segnoalias penanda yang konon tersamar dalam salah satu monograf karya Galileo.

Karena itulah Kepolisian Vatikan lantas meminta bantuan Langdon untuk melacak il segno. Langdon, yang telah meneliti tentang Illuminati selama bertahun-tahun, tahu persis dalam monograf mana il segno berada dan satu-satunya eksemplar yang bertahan kini disimpan oleh musuh Illuminati sendiri, Vatikan.

“Jadi Profesor, apa nama catatan Galileo yang kita cari?” tanya Vittoria begitu mereka berada di dalam Arsip Vatikan.

Langdon menyebut kode nomor 503 yang dianggap suci di kalangan anggota Illuminati. Itu adalah sebuah kode untuk menyamarkan il segno dalam angka Latin. Menurut analisis Langdon, mereka hanya harus mengubahnya jadi angka Romawi untuk mengetahui judul karya Galileo yang dimaksud. Dan, 503 dalam Romawi adalah DIII.

DIII adalah singkatan kuno yang digunakan ilmuwan anggota Illuminati untuk tiga karya Galileo yang judulnya berawalan huruf D. Lebih tepatnya lagi pada karya berawalan D yang ketiga.

0 Komentar