NEIL Amstrong dan Buzz Aldrin tak pernah mendarat di bulan. CIA habisi John F. Kennedy karena takut ia akan membongkar rahasia UFO. Michael Jackson palsukan kematian. Bumi itu sebenarnya datar.
Daftar itu adalah sebagian teori konspirasi yang hingga hari ini masih dipercaya banyak orang. Pertanyaannya kini: mengapa orang dapat mempercayai teori konspirasi?
Jika mengacu kepada Oxford English Dictionary, teori konspirasi diartikan sebagai “suatu teori, bahwa kejadian atau gejala timbul sebagai hasil konspirasi antara pihak-pihak yang berkepentingan, dan adanya suatu lembaga yang bertanggungjawab atas kejadian yang tak bisa dijelaskan.”
Baca Juga:Galileo vs Gereja: Konflik Sains dan Kekuasaan yang Mengguncang EropaIlluminati, Organisasi Rahasia yang Melahirkan Banyak Teori Konspirasi
Definisi tersebut dikutip dari laporan P. Orman Ray berjudul “Reviewed Work: The Repeal of the Missouri Compromise: Its Origin and Authorship” yang tayang di American Historical Review pada 1909. Laporan tersebut dianggap sebagai salah satu rujukan paling awal untuk menjelaskan definisi teori konspirasi. Istilah conspiracy theory bahkan juga telah muncul di jurnal Psychology Newsedisi tahun 1870.
Sementara merujuk pada kolom Robert Blaskiewicz, peneliti dari Stockton University, di Skeptical Inquirer, istilah conspiracy theory juga pernah ditemukan dalam kumpulan surat Charles Reade, seorang novelis sekaligus aktivis reformis penjara, kepada editor surat kabar Pall Mall Gazette yang berjudul “How Lunatics’ Ribs Get Broken”. Pada periode 1960-an, istilah conspiracy theory dipopulerkan oleh CIA untuk menyerang mereka yang meragukan kinerja Komisi Warren–badan yang menyelidiki kasus kematian John F. Kennedy.
Adapun berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, kata konspirasi memiliki arti persekongkolan atau komplotan orang dalam merencanakan sebuah kejahatan yang dilakukan dengan rapi dan sangat dirahasiakan. Pelaku konspirasi disebut dengan konspirator. Sebab sifat pengerjaannya yang mulus dan rahasia, maka sulit untuk membuktikan konspirasi dan hanya berujung desas-desus. Ketidakmampuan menjawab inilah yang disebut sebagai teori konspirasi.
Mereka yang Percaya dan Alasannya
Kembali ke pertanyaan semula: kenapa kemudian banyak orang percaya teori konspirasi?
Dalam ceramahnya di konferensi Center for Inquiry pada 2018 lalu, Joseph Uscinski, profesor ilmu politik dari University of Miami, menyebutkan bahwa “teori konspirasi merupakan alat bagi yang lemah untuk menyerang sekaligus bertahan melawan yang kuat”. Dengan demikian, teori konspirasi dapat dianggap sebagai senjatanya orang-orang kalah.
