Ada Apa dengan Saka Tatal Masjid Agung Demak dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon?

C360 2015 01 10 11 34 13 684
0 Komentar

Terlepas dari kontroversi tersebut, penggunaan tiang tatal sebagai sokoguru masjid, jika benar sebagai simbol bahwa para wali keturunan Tionghoa. Pertanyaannya, mengapa hanya ada dua masjid yang menggunakan kayu tatal sebagai sokogurunya? Padahal, jumlah wali di Pulau Jawa dikenal sembilan dan satu wali memberi nama daerah tempat tinggalnya sesuai dengan nama satu daerah di Palestina, yaitu Kudus. Diperkirakan, diambil dari al-Quds, salah satu kota suci di Yerusalem.

Ada yang menarik, dibalik proses pembuatan saka tatal, dikatakan simbol persatuan. Pertanyaannya, persatuan yang dimaksud adalah persatuan antarsiapa? Apakah antarkaum Muslim? Bukankah mereka telah disatukan melalui pemimpin mereka yang tergabung dalam wadah Dewan Walisanga? Atau, ada tujuan persatuan yang lebih besar dan mengapa hanya digunakan untuk Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak? Bahkan, ada sebagian orang menganggap Sunan Kalijaga berasal dari Cirebon.

Tentunya, rangkaian kisah itu lebih lanjut digali kebenarannya. (wb)

0 Komentar