Cimanuk Meluap, Legenda Tenggelamnya Kerajaan Manukwara

ungai Tjimanoek saat tenang, sekitar tahun 1910. Tampak rakit penyeberangan di sebuah lokasi di sungai Tjimanoek Garoet, dengan latar belakang pemandangan gunung Tjikoerai. Foto: KITLV
ungai Tjimanoek saat tenang, sekitar tahun 1910. Tampak rakit penyeberangan di sebuah lokasi di sungai Tjimanoek Garoet, dengan latar belakang pemandangan gunung Tjikoerai. Foto: KITLV
0 Komentar

Karena dalam setiap hari ibu-ibu tersebut dipekerjakan sebai pembersih daun pisang yang bertumpuk-tumpuk banyaknya, ibu-ibu tersebut merasa tidak betah, ingin pulang dan terus menerus menangis, sehingga salah satu tentara kerajaan Jin Cimanuk tersebut kemudian menayakan prihal mengapa ibu-ibu tersebut menangis, ibu-ibu tersebut kemudian menjawab ingin pulang, merasa kasihan salah satu tentara kerajaan tersebut menunjukan arah jalan pulang, dan setelah Ibu-ibu tersebut melangkah ke arah jalan pulang yang ditunjukan, tersadarlah kemudian ibu-ibu tersebut dari komanya”.

Bagi setiap orang yang pernah diceritakan mengenai keberadaan kerajaan Jin di Cimanuk, tentu kisah di atas menjadi penguat, adapun bagi anak-anak muda yang belum pernah mendengar kisah-kisah orang-orang tua dahulu tentu peristiwa tersebut memberikan pengetahuan baru bagi mereka, terlepas apakah pengetahuan tersebut benar atau tidak, yang jelas kisah tersebut memang sudah dituturkan sejak lama.

Ada hal menarik dari legenda Kerajaan Siluman Sungai Cimanuk di atas jika dikaitkan dengan sejarah tempo dulu, karena pada dasarnya legenda biasanya timbul akibat penyampaian sejarah yang dilebih-lebihkan hingga akhirnya tenggelam menjadi legenda. Karena penambahan dan pengurangan cerita, maka yang semula benar-benar peristiwa sejarah berubah menjadi legenda sementara legenda kemudian menjadi mitos.

Baca Juga:Toilet Tembus Pandang di Taman, Apa Pendapatmu, Gaes?Dramatis! Video 30 Detik Mobil Terseret Lahar Dingin Semeru, Nasib Driver?

Ada beberapa kemungkinan yang timbul dari munculnya legenda kerajaan siluman di Cimanuk, salah satunya adalah mengenai kisah Kerajaan Manukrawa yang pernah berdiri di bantaran atau tanggul sungai Cimanuk.

Lokasi kerajaan Manukrawa diperkirakan dekat dengan sungai muara sungai Cimanuk di daerah Indramayu sekarang. Dalam Naskah Wangsakerta, Kerajaan Manukrawa tersebut muncul sejaman dengan kerajaan Tarumanegara. Dalam Kitab Negara Kertabumi Kerajaan Manukwara dipimpin oleh seorang Raja bernama Bongalpati Kerajaan tersebut terletak di tepian muara sungai Cimanuk, dan musnah akibat banjir bandang.

Sementara dalam Naskah Sunda Kuno juga disebutkan nama Bumi Sagandhu yang berada di sebelah barat Mandala Manukrawa.

Bhumi Sagandhu atau Bhumi Segandhu selama ini diketahui sebagai nama komunitas penghayat kerohanian di daerah Krimun Losarang, atau sebagian lagi masyarakat mengenalnya sebagai judul lagu “Kidung Bumi Segandu” yang justru liriknya berlawanan dengan mandala Bumi Sagandhu yang tercatat dalan Naskah Sunda Kuno tersebut karena menyebut nama Wiralodra yang ada sekitar 1000 tahun kemudian.

0 Komentar