Dataran Tinggi India Tercatat Dalam Naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian Era Pajajaran

Deccan Plateau
Dataran Tinggi Deccan (NET)
0 Komentar

Meskipun secara umum bersaing, namun mereka bersekutu melawan Kerajaan Wijayanagara pada tahun 1565, secara permanen melemahkan Kerajaan Wijayanagara dalam Pertempuran Talikota. Pada tahun 1574, setelah terjadi kudeta di Berar, Ahmadnagar menyerbu dan menaklukkan Kesultanan Berar.

Pada tahun 1619, Bidar dianeksasi oleh Bijapur. Kesultanan-kesultanan tersebut kemudian ditaklukkan oleh Kesultanan Mughal; Berar direbut dari Ahmadnagar pada tahun 1596, Ahmadnagar benar-benar diambil alih antara tahun 1616 dan 1636, dan Golkonda dan Bijapur ditaklukkan oleh kampanye Aurangzeb pada tahun 1686-87.

Pada tahun 1490, Kesultanan Ahmadnagar menyatakan kemerdekaannya, diikuti oleh Kesultanan Bijapur dan Kesultanan Berar pada tahun yang sama. Kesultanan Golkonda merdeka pada tahun 1518 dan Bidar tahun 1528. Pada tahun 1510, Bijapur berhasil mengusir invasi Portugis terhadap kota Goa, tetapi kota tersebut akhirnya jatuh ke tangan Portugis.

Baca Juga:Peneliti Australian National University Ungkap Keberadaan ‘Inti Terdalam’ Bumi, Hasilnya MengejutkanAhli Biologi asal Rusia Pernah Uji Coba Ciptakan Makluk Hibrid Campuran Manusia dengan Kera

Jadi masa kekuasaan Kerajaan Dekhan adalah antara tahun 1490–1596 Masehi. Sementara yang memegang Kekuasan di Pajajaran pada rentang waktu itu adalah Sri Baduga Maharaja (1482 – 1521), bertahta di Pakuan (Bogor sekarang). Dengan demikian, tingkat akurasi Naskah Siksa Kandang Karesian sebagai sumber rujukan sejarah sangat kuat. (*)

0 Komentar