Raden Wijaya Pendiri Kerajaan Majapahit Keturunan Sunda?

b2f93a383d28226c3f90a3bc0cc15c17e285ead9
Arca Harihara dari Candi Simping sebagai perwujudan Kertarajasa, atau Raden Wijaya. Kini menjadi koleksi Museum Nasional.
0 Komentar

Berdasarkan keterangan dua Naskah tersebut (Pararton dan Wangsakerta), dapatlah kemudian dipahami bahwa terdapat perbedaan mengenai asal-usul dari Ayah Raden Wijaya, Pararaton menyebutnya sebagai Putra Mahisa Cempaka, sementara Wangsakerta menyebutnya sebagai Putra Jaya Dharma Bin Prabu Ghuru Darmasiksa (Raja Kerajaan Sunda Galuh ke 27). Sementara Ibunya disebut sebagai Anak Mahisa Cempaka. 

Memahami hal itu, dapatlah kemudian dipahami bahwa perbedaan pendapat yang ada terletak pada tokoh “Mahisa Cempaka”, jika dalam Pararton disebutkan Raden Wijaya sebagai anak Mahisa Cempaka, sementara dalam Naskah Wangsakerta disebutkan sebagai cucu Mahisa Cempaka, Ibu Raden Wijaya ini dalam Wangsakerta bernama Dyah Lembu Tal.

Posisi Raden Wijaya sebagaimana yang dipaparkan dalam Naskah Wangsakerta rupanya selaras dengan Naskah Ciburuy[4] atau yang lebih dikenal dengan Naskah Amanat Galunggung yang menyatakan Prabu Ghuru Darmasiksa pernah memberikan Nasihat atau amanat kepada cucunya Wijaya.

Baca Juga:Jenglot Tidak Memiliki Struktur Tulang, Hasil Sinar X Kulitnya Punya DNA Seperti Manusia, Darahnya Siapa?Evakuasi Kapal Kontainer Terbesar Dunia yang Kandas di Terusan Suez, Kapal Keruk Gali 8 kali Ukuran Kolam Renang Olimpiade

Maka jika merujuk pada Wangsakerta dan Amanat Galunggung maka dapatlah kemudian dipahami bahwa Raden Wijaya merupakan cucu dari seorang Raja Sunda, bapaknya merupakan calon Raja, hanya saja Bapak Raden Wijaya  yaitu Rakyan Jaya Dharma rupanya tewas diracun sebelum dinobatkan menjadi Raja Sunda, dengan terjadinya peristiwa tersebut, kemudian Ibu Raden Wijaya membawa Raden Wijaya pulang ke Singasari, di Singasari kemudian Raden Wijaya diasuh dan di didik kakeknya Mahisa Cempaka.

Kalau saja Jaya Dharma tidak tewas diracun tentu beliau menjadi Raja Sunda menggantikan Ayahnya, dan sudah barang tentu nantinya Raden Wijaya juga akan menggantikan posisi Ayahnya sebagai Raja Sunda berikutnya, hanya memang takdir berkata lain.

Untuk itu jika asal-usul silsilah Raden Wijaya didasarkan pada Naskah Wangsakerta dan Naskah Amanat Galunggung, maka dapatlah kemudian dipastikan bahwa Raden Wijaya pendiri Majapahit itu, pada hakikatnya adalah calon Raja Sunda yang terbuang, atau juga mungkin sengaja dibuang, oleh lawan-lawan politik bapaknya.Meskipun demikian berita di atas berlawanan dengan Naskah Nagarakretagama sebab dalam naskah ini dikatakan  Dyah Lembu Tal adalah seorang laki-laki, putra Narasinghamurti. Dalam kandungan Naskah terdapat kata-kata pujian dari prapanca kepada Lembu Tal.

0 Komentar