Kebakaran kilang tersebut, menurutnya semakin memperbesar indikasi adanya pihak yang tidak ingin Indonesia memiliki kilang minyak.
“Sebelumnya, rencana pengembangan Kilang Cilacap, Bontang dan Tuban juga belum dapat direalisasikan. Dengan terbakarnya kilang Balongan, impor BBM semakin membesar, yang menguntungkan bagi mafia migas berburu rente pada impor BBM,” sebutnya.
Pertamina, menurutnya harus melakukan investigasi secara transparan. Itu wajib dilakukan untuk memastikan kebakaran di Kilang Balongan murni kecelakaan, bukan ada unsur kesengajaan yang dilakukan mafia migas.
Baca Juga:Semburan Lumpur 10 Meter di Sumur Tarakan Keluarkan Aroma MenyengatUsai Kilang Minyak Balongan, Kini Semburan Lumpur Sumur Tarakan Setinggi 10 Meter
“Momentum yang tepat bagi Ahok, yang mendapat penugasan dari Jokowi memberantas mafia migas, untuk membuktikan bahwa kebakaran tersebut bukan ulah mafia migas,” tambahnya.
Baca: Misteri Bau Menyengat Seperti BBM Sebelum Ledakan Kilang Minyak Balongan
Sebelumnya, Pertamina mengatakan dugaan sementara petir turut memicu kebakaran.
“Sementara ini kita masih menduga (kebakaran disebabkan) terkena petir,” ujar Unit Manager Commrel & CSR Pertamina RU VI Balongan Indramayu, Cecep Supriyatna seperti dikutip dari Antara.
Namun kejelasan penyebab terjadinya insiden tersebut masih menimbulkan sejumlah misteri, disengaja atau tidak insiden tersebut. (*)
