Kerangka perempuan yang relatif utuh ditemukan dalam kondisi tidak wajar. Jasad ini terkubur dengan posisi tengkurap, kepala di utara, kaki di selatan. Posisi ini tidak lazim untuk jasad muslim.
Situs Kumitir diyakini sebagai sisa-sisa istana Bhre Wengker, paman Raja Majapahit Hayam Wuruk. Hipotesis itu berdasarkan berbagai temuan arkeologis dan literatur yang diperoleh tim ekskavasi.
Situs Kumitir juga diyakini menjadi tempat pendarmaan atau tempat menghormati Mahesa Cempaka, salah seorang raja bawahan Singosari. Bhre Wengker konon membangun tempat suci untuk menghormati leluhurnya, Mahesa Cempaka di dalam istananya yang kini menjadi Situs Kumitir. (*)
