Wahab bin Munabbih mengatakan, ketika kejahatan kaum itu kian memuncak, Allah mengutus Hud AS kepada mereka saat dia berumur 40 tahun. Jibril turun kepadanya dan berkata, “Sesungguhnya Allah telah mengutusmu kepada kaum ‘Ad. Berilah mereka peringatan dan beritahukanlah mereka bahwa Aku (Allah) telah memberi mereka tempo yang lama dan mereka telah Aku beri kekuatan yang belum pernah diberikan kepada siapapun sebelum mereka. Aku jadikan mereka para pembesar yang menguasai emas dan menjadikan mereka sebagai orang yang paling panjang umurnya. Datanglah kepada mereka dan serulah mereka untuk bertauhid agar mereka kembali dari menyembah berhala kepada menyembah Allah.”
Hud AS datang kepada mereka pada waktu hari raya mereka. Di sana, para pembesar sedang berkumpul dan Raja Jalijan duduk di atas ranjang yang terbuat dari emas. Kepalanya memakai mahkota bertatahkan permata yang megah. Mereka tidak menyadari apapun kecuali suara Hud yang mengatakan, “Wahai orang-orang, beribadahlah kalian kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian. Kalian tidak memiliki tuhan kecuali Dia. Berhala-berhala yang kalian sembah selain Allah ini adalah yang menyebabkan kaum Nuh, sebelum kalian, ditenggelamkan.”
Ketika Raja Jalijan melihatnya, dia berkata, “Celaka engkau wahai Hud. Apakah engkau menyangka, dengan kelompok kami, dan kukuhnya kekuatan kami ini, bisa mengalahkan kami dengan pernyataan-pernyataan tersebut? Tidak tahukah engkau bahwa setiap sehari semalam seribu anak kami terlahir?”
Baca Juga:Kisah Tsa’labah Saat Melihat Wanita Anshar MandiKicauan Mahfud MD di Twitter Soal Kepergian Ustaz Tengku Zulkarnaen Banjir Kritikan
Tatkala Hud merasa bosan mengajak mereka untuk mengesakan Allah, tetapi mereka tidak mendengarkannya, dia memohon kepada Allah agar wanita-wanita mereka dimandulkan sehingga pada tahun itu tidak ada satupun wanita yang hamil. Mereka mengadukan hal tersebut kepada Raja Jalijan.
Mereka berkata, “Sesungguhnya Hud telah membuat istri-istri kami mandul. Kami khawatir apa yang dikatakannya itu memang benar.”
Kemudian Allah mewahyukan kepada Hud, “Kabarkanlah kepada kaummu agar mereka beriman kepada-Ku. Jika mereka tetap tidak beriman, maka akan Aku kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan.”
Ketika mereka mendengar kabar itu dari Hud, mereka melemparinya dengan batu. Hud tetap mengajak mereka selama 70 tahun dan di saat itu mereka terus-menerus melemparinya dengan batu.
