Dikatakan Rahardjo, keberadaan bangunan bersejarah yang ada di Cirebon sangat berharga sebagai pinjaman kepada anak cucu. Jangan sampai ada lagi bangunan-bangunan kuno lainnya hilang dan menghilangkan jati diri Kota Cirebon.
“20 tahun yang akan datang anak cucu kita tetap harus tahu sejarah nenek moyangnya, dan tahu peninggalannya,” pungkas Rahardjo Djali. (*)
