“Justru di tengah kehampaan, tidak ada apa-apa kecuali ruang kosong, membuat diri kita semakin merinding. Di dalam Kabah, kita bisa salat ke arah semua penjuru mata angin. Kita bisa salat menghadap ke sekeliling tembok.”
“Di sinilah keagungan Kabah, di tengah kekosongannya kita diajak untuk mengosongkan diri seperti kosongnya bagian dalam Kabah. Tidak ada sedikitpun kesan mewah di dalamnya, betapa perlunya menghilangkan segenap kesan kemewahan duniawi saat kita menghadap ke haribaan Allah SWT.”
“Sekiranya ada benda sakral atau benda-benda lain, yang bisa mejadi perhatian menarik para pengunjung maka sudah barang tentu akan mengganggu kekhusyukan orang di dalamnya. Orang-orang akan terdekonsentrasi terhadap bangunan atau benda-benda itu.” (*)
