Pascawafatnya Pati Yunus, sultan kedua Kesultanan Bintoro Demak, penerus tahta berikutnya yakni Sultan Trenggono, tidak didukung sepenuhnya oleh kalangan internal sehingga terus terjadi gejolak.
Pelaku konflik di Kerajaan Demak saat itu Sultan Hadiwijaya dengan Haryo Penangsang. Pada situasi perseteruan panas itulah kedua pihak menemui Sunan Kudus untuk meminta nasihat. Sang Sunan menghendaki semua dikembalikan pada titik nol. Semua harus menanggalkan posisi politik, jabatan ataupun kekuasaannya.
Sunan Kudus memasang Rajah Kolocokro untuk menihilkan semua kekuatan, kedigdayaan, dan kekuasaan bagi pihak yang berkonflik bila melewati pintu rajah. Haryo Penangsang yang datang ke Sunan Kudus melewati pintu rajah sehingga jabatannya lengser. Sementara Hadiwijaya melewati jalan yang lainnya.
Baca Juga:Masjid Kuno Berusia 120 Tahun Tenggelam Selama 30 Tahun Muncul Saat Kekeringan di BendunganInilah Sosok Vlad the Impaler, Gemar Bersikap Sadis Tancapkan Lawannya ke Tiang
Dalam tafsir lain, pesan Sunan Kudus memasang rajah adalah siapapun yang datang ke Menara Kudus untuk menanggalkan kepentingan duniawi, terutama jabatan dan kekuasaan. (*)
