Tentara Banten baru bisa membobol gerbang atau kuta Pakuan dan melintasi parit ini sekitar 1579 setelah di Pakuan tidak ada raja selama 12 tahun lebih. Hal ini menunjukkan bahwa pertahanannya terlalu tangguh.
Bahkan lukisan yang diberikan Abraham Van Riebeeck tentang tanggul sempit dan mendaki serta diapit dinding parit terjadi jelas menjadi kelengkapan benteng yang ampuh. Pada tahun 1579 penduduknya mungkin sebagian besar telah mengungsi atau kembali ke daerah asalnya.
Potret wilayah Buitenzorg (Bogor) (Foto: rijksmuseum.nl)
Namun keberhasilan Banten dalam masuk ke istana Pajajaran juga konon tak lepas dari pengkhianatan orang dalam istana. Bagaimana tidak sejak penyerangan awal yang dilakukan oleh Hasanuddin betapa pun keadannya ibu kota Pakuan terus rapat terjaga.
Baca Juga:Konon Diapit 3 Sungai Besar, Dimanakah Lokasi Ibu Kota Pajajaran?Foto Misterius Dunia Yang Belum Terungkap
Akan tetapi ketahanan sekian lama tanpa kehadiran dua orang rajanya yang terakhir, telah membuktikan ketangguhan benteng Pakuan yang dibangun oleh Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi. (*)
