Lebih lanjut, sebelum menjadi area pemakaman, lokasi tersebut diketahui merupakan kebun teh dengan luas 900 hektar. Di mana kebun itu dimiliki oleh dua warga Jerman bernama Theodor Hellferich dan Emil.
Dua bersaudara ini membangun monumen pada 1914 silam, yakni untuk memperingati tentara Jerman yang dilenyapkan oleh para tentara Inggris dalam sebuah pertempuran di wilayah Asia Tenggara.
Sampai saat ini makam-makan tersebut masih terawat dengan rapi. Berdasarkan informasi, biaya perawatan diberikan oleh pemerintah Jerman melalui kedutaan besarnya. (*)
