Cerita Pengasuh Gus Dur, KH Masduqi Ali Bangun Pesantren Babakan Ciwaringin

said
KH Masduqi Ali
0 Komentar

Tinggal di Babakan, Ciwaringin, KH Masduqi Ali yang memiliki ilmu agama yang mumpuni banyak didatangi santri yang ingin belajar.

Karena banyak santri yang ikut mengaji, KH Masduqi Ali pun memutuskan untuk mendirikan pesantren yang lebih condong dengan apa yang diajarkan di pesantren dahulu, yaitu ilmu-ilmu keagamaan semisal Alqur’an, Hadits, Fiqih dan lainnya.

Sebelum memutuskan untuk mendirikan pesantren, KH Masduqi Ali meminta restu dari KH Hasyim Asy’ari. Sampai di Jombang dan bertemu Kiai Hasyim, Kiai Masduqi menyampaikan usulan nama untuk dimintakan saran dan pertimbangan.

Baca Juga:Mulyadi: Bandara Kertajati Bakal Layani Penerbangan Komersial, Bawa Jemaah UmrohRidwan Kamil: Jangan Kejar Demi Rating TV dengan Memaksa Pertandingan Malam Hari, Tragedi Terbesar Perhelatan Olahraga di Indonesia

“Nah… itu, saya juga sudah ada gambaran jika nama yang akan saya kasih itu mirip sama dengan apa yang kamu ucapkan,” ujar Kiai Hasyim saat KH Masduqi Ali menyebut nama Miftahul Muta’allimin.

Singkat cerita, Pesantren Miftahul Muta’allimin pun berdiri, dari waktu ke waktu jumlah santrinya terus meningkat.

Mereka tak hanya berasal dari Cirebon, tapi juga ada yang berasal dari daerah lain di Jawa Barat, Madura, Kudus, Pekalongan dan lainnya.

Pesantren Miftahul Muta’allimin terus berkembang. Setelah banyak santri putra, Kiai Masduqi juga mendirikan pesantren putri yang diberi nama Miftahul Muta’aallimat.

Selanjutnya mendirikan Madrasah Pesantren yang diberi nama Madrasah Qismu Al-Layaly Wa Annahri (MQL-N). (*)

0 Komentar