Namun berdasarkan berbagai versi cerita yang berkembang di masyarakat perihal kisah kematian Syekh Siti Jenar, dimana salah satu versi menyebutkan kematian dari Syekh Siti Jenar ini terjadi akibat dari eksekusi para wali songo dan atas keinginan Syekh Siti Jenar sendiri.
Pemakamannya dilakukan secara rahasia di Cirebon dan kemudian oleh murid-murid Syekh Siti Jenar diambil jenazahnya dan dimakamkan kembali di tempat lain sehingga tokoh ini akhirnya memiliki banyak makam. Sejalan dengan berbagai versi tentang lokasi makam Syekh Siti Jenar yang dijumpai dibanyak tempat, salah satunya adalah di Pekalongan ini.
Menurut Achmad Chodjim (2009), Siti Jenar sebenarnya bernama Ali Hasan yang menempuh pendidikan agamanya di Baghdad. Tampaknya dia belajar dari orang-orang Syiah, dia juga mempelajari Ihya Ulumuddinnya Imam Al Gazali, dan merupakan golongan Mu’tazilah.
Baca Juga:Cerita Pengasuh Gus Dur, KH Masduqi Ali Bangun Pesantren Babakan CiwaringinMulyadi: Bandara Kertajati Bakal Layani Penerbangan Komersial, Bawa Jemaah Umroh
Jadi menurut Achmad Chodjim menduga dia adalah orang Jawa. Setelah berguru dari Baghdad, dia mendapat julukan Siti Jenar (merujuk dari daerah dia berasal). Dari segi sejarah, Jenar adalah suatu tempat di daerah Sregen, Jawa Tengah.
Sumber : Jelajah Pusaka Alam dan Budaya Lemah Abang Pekalongan, Kemendikbud
