2 Kapal Jepang Tenggelam Bikin Belanda Kagum, Pria Keturunan Kraton Kanoman Ini Terima Tanda Jasa Militer Khusus Het Bronzen Kruis

soerjadi soerjadarma panglima tni pertama dari au
Soerjadi Soerjadarma, Panglima TNI pertama dari Angkatan Udara (AU). (Foto: Arsip Nasional RI)
0 Komentar

Pada masa penjajahan Jepang, karena latar belakang militernya, Soerjadarma sempat ditugaskan menjadi polisi untuk Jepang. Ia menjabat sebagai Kepala Administrasi Kantor Polisi Pusat di Bandung. Namun, pada hari dibacakannya Proklamasi, 17 Agustus 1945, Soerjadarma memilih bergabung dengan para pejuang bangsa demi mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Selanjutnya, Soerjadarma diserahi tugas untuk membentuk kekuatan udara Indonesia, sehingga terbentuklah Tentara Keamanan Rakyat Bagian Penerbangan pada 1945. Dalam perkembangannya, bagian ini mengalami perubahan nama menjadi Tentara Republik Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan Angkatan Udara Republik Indonesia. Waktu dan perhatian Soerjadarma dicurahkannya demi kemajuan AURI selama 17 tahun kepemimpinannya. Pada 1962, Presiden Soekarno mencopot Soerjadarma dari posisi KSAU.

Dalam keadaan genting, Soerjadarma dan tim tetap fokus dalam menyasar kapal-kapal Jepang. Aksinya itu menghasilkan dua kapal Jepang tenggelam. M-588 juga merupakan pesawat yang masih terbang hingga saat terakhir dengan kerusakan hanya di bagian mesin sebelah kiri dan kebocoran bahan bakar.

Baca Juga:Marsekal Soerjadi Soerjadarma, Panglima TNI Pertama asal CirebonSuzuki Carry Terbakar di Jalur Utama Pantura, Ditemukan Sejumlah Jeriken Berisi BBM, Sopir Melarikan Diri

Keberhasilan operasi ini membuat pihak Belanda bangga dan menganugerahi awaknya Het Bronzen Kruis, tanda jasa khusus militer untuk keberanian masing-masing awak pesawat. Namun, Soerjadarma baru menerima medali ini pada 1968, setelah dirinya pensiun.

Pada masa penjajahan Jepang, karena latar belakang militernya, Soerjadarma sempat ditugaskan menjadi polisi untuk Jepang. Ia menjabat sebagai Kepala Administrasi Kantor Polisi Pusat di Bandung. Namun, pada hari dibacakannya Proklamasi, 17 Agustus 1945, Soerjadarma memilih bergabung dengan para pejuang bangsa demi mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Selanjutnya, Soerjadarma diserahi tugas untuk membentuk kekuatan udara Indonesia, sehingga terbentuklah Tentara Keamanan Rakyat Bagian Penerbangan pada 1945. Dalam perkembangannya, bagian ini mengalami perubahan nama menjadi Tentara Republik Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan Angkatan Udara Republik Indonesia. Waktu dan perhatian Soerjadarma dicurahkannya demi kemajuan AURI selama 17 tahun kepemimpinannya.

Pada 1962, Presiden Soekarno mencopot Soerjadarma dari posisi KSAU. (*)

0 Komentar