Mengenal Syekh Tolhah Keturunan Sunan Gunung Jati dari Kalisapu

Syekh Tolhah Kali Sapu Cirebon 3.jpg
Makam Syekh Tolhah di Cirebon.
0 Komentar

Seusai diangkat sebagai khalifah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah pada tahun 1876, Syekh Tolhah sempat mengajar di Pesantren Rancang, membantu ayahnya yang semakin tua.

Makam Syekh Tolhah di Cirebon.

Karena situasi yang kurang menguntungkan untuk dakwah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah dan Pemerintah Kolonial Belanda melakukan pengawasan ketat terhadap pergerakan penganut Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.

Syekh Tolhah meminta izin dari ayahnya untuk membuka pesantren di tempat lain yang lebih aman dari incaran aparat keamanan Belanda. Saat itu Belanda mulai mengetahui identitas Syekh Tolhah, seorang ulama Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang baru kembali dari Mekah.

Baca Juga:Panti Pijat dan Karaoke di Kota Cirebon Berhenti Beroperasi Selama Peringatan Maulid NabiOdong-Odong Dilarang Masuk ke Jalur Arteri

Pemerintah Kolonial Belanda di Cirebon ternyata sudah memiliki daftar tokoh-tokoh tarekat yang pulang dari Mekah. Data itu dikirim oleh Konsul perdagangan Belanda di Jeddah kepada Gubernur Jendral di Batavia (Jakarta), lalu diteruskan kepada para residen sebagai kepala wilayah.

Diambil dari buku Menelusuri Perjalanan Sejarah Pondok Pesantren Suryalaya, yang disusun oleh R.H. Unang Sunardjo SH

0 Komentar