Kiai Marsudi menutup pidatonya dengan pesan dan doa untuk perdamaian dan keselamatan, dalam pesannya ia mengajak untuk tidak berhenti membangun perdamaian.
“Don’t stop building peace untill we have a eest in peace,” pesan Kiai Marsudi
Dalam closing statements Kiai Marsudi membacakan doa perdamaian untuk keselamatan
اللهم انت السلام، ومنك السلام، واليك يعود السلام، فحينا ربنا بالسلام، وادخلنا جنة دار السلام.
Dari hasil diskusi yang sangat beragam latar belakang Agama ini, menghasilkan seruan Appeal For Peace Of Rome (Seruan perdamaian Roma). yang dengan tegas menyampaikan Humanity must end war, or it will be war that ends humanity, kemanusiaan harus mengakhiri perang atau perang akan mengakhiri kemanusiaan.
Baca Juga:Pegiat Cirebon: Drainase dan Tata Kota Cirebon Tidak Perhatikan Lingkungan Hidup, Banjir Jadi Masalah Rutin Kota Ini.Kerajaan Inggris yang Dulu Menjajah India, Kini Dipimpin Putra Keturunan Warga Jajahannya, Rishi Shunak
Terpisah, ,menurut pegiat Cirebon Heri Sangiang pidato perdamaian Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud pada acara International Meeting For Peace, Religion and Culture in Dialgue merupakan peran ulama dalam kesiapan menjaga ketertiban dan perdamaian dunia berdasarkan prinsip keadilan.
“Kita masih menyaksikan terjadinya perang dan konflik di berbagai kawasan. Para ulama dan tokoh agama dapat memberi arahan tentang ajaran agama yang damai dan mendorong kolaborasi antar bangsa-bangsa di dunia, bukan konfrontasi,” jelasnya, Kamis (27/10)
Heri menambahkan sudah saatnya para ulama dan tokoh agama turut berperan menyelesaikan berbagai persoalan dunia. Termasuk menyelesaikan masalah kemiskinan, kebodohan dan perpecahan antar kelompok yang berbeda.
“Padahal agama, khususnya Islam mengajarkan untuk hidup mandiri dan sejahtera, serta meningkatkan ilmu pengetahuan. Jika kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat meningkat, maka potensi konflik akan berkurang,” pungkasnya.
