Berikut 4 Fakta Ungkap Siapa Tokoh Siliwangi

Desa Batu Tulis Bogor. (Foto: koleksi digitalcollections.universiteitleiden.nl)-
Desa Batu Tulis Bogor. (Foto: koleksi digitalcollections.universiteitleiden.nl)-
0 Komentar

Lalu datanglah cobaan besar pada tahun 1478, ketika Majapahit diserang Demak. Sejumlah pembesar dari timur melarikan diri ke arah barat, meminta suaka kepada penguasa Kawali. Di antara pengungsi itu terdapat Raden Baribin (putra Brawijaya IV) dan seorang “istri larangan” (gadis yang sudah bertunangan).

Dalam hukum Sunda, perempuan seperti itu “haram” dinikahi kecuali tunangannya sudah meninggal atau pertunangannya dibatalkan. Namun Dewa Niskala tetap menikahi “istri larangan” itu dan Raden Baribin dijadikan menantunya, dinikahkan dengan Ratu Ayu Kirana.

Tindakan Dewa Niskala itu membuat keluarga keraton dan Susuktunggal marah. Mereka menganggapnya telah melanggar hukum yang berlaku dan “tabu kerajaan”.

Baca Juga:Wedana Bupati Mataram di Tatar Priangan Terbunuh, Makamnya di Kawasan Hutan Situs KarangkamulyanMengungkap Makam Tua di Pabrik Gula Karang Suwung

Sebagaimana diketahui, setelah peristiwa Bubat, keluarga Keraton Kawali ditabukan menikah dengan keluarga dari Majapahit. Maka perbuatan Dewa Niskala dianggap sebagai pelanggaran yang tidak bisa dimaafkan.

Di tengah suasana genting itulah, Jayadewata tampil sebagai penengah. Ia mewarisi kerajaan dari ayah dan mertuanya tahun 1482.

Oleh karena itu, ia dinobatkan dua kali, di Kawali dan Pakuan, serta memperoleh dua gelar, Prabu Guru Dewataprana dan Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata.

0 Komentar