Galuh berasal dari bahasa Sansakerta yang berarti sejenis batu permata, dan biasa digunakan sebagai sebutan bagi ratu yang belum menikah raja puteri. Sejarawan Van der Meulen berpendapat bahwa kata galuh berasal dari kata sakaloh ang berarti asalnya dari sungai.
Ada pula pendapat yang menyatakan, bahwa kata galuh berasal dari kata galeuh atau galih dalam arti inti atau bagian tengah batang kayu yang paling keras.
Lantas, pengertian mana yang tepat dari kata galuh untuk daerah yang sekarang bernama Galuh Timur?
Baca Juga:Siapa Nenek Moyang Lereng Timur Gunung Ciremai?Pendatang dari Kutai Bikin Kerajaan Galuh Purba di Lereng Gunung Slamet?
Walaupun tidak dihuni warga sunda, Galuh Timur juga dikaitkan dengan legenda zaman kerajaan. Menurut versi cerita tutur bahwa nama Galuh diambil dari nama seorang putri raja asal kerajaan Sumedang pergi berkunjung dan bertemu seorang pemuda gagah di desa tersebut. Keduanya memadu kasih dan menikah tanpa restu Raja asal kerajaan Sumedang. Akhirnya, raja tersebut menjatuhkan kutukan.
Senjata pusaka raja berupa golok dilemparkan dari Sumedang meluncur sampai ke desa tempat pasangan pengantin tinggal. Golok yang berputar menerabas rumpun bambu, hingga rantas bagian atas.
Hingga hari ini, bambu di sebelah barat Dukuh Makam Dawa tidak tumbuh ke atas. Ujungnya pruthul atau terpotong rata. Gagangnya copot hingga terlempar dan diyakini sebagai situs bernama Gagang Golok.
Akibat kutukan raja asal kerajaan Sumedang, kedua pasangan tanpa restu tersebut, berubah menjadi manusia berkepala gajah. Masyarakat sekitar menyebutnya jawong atau Gajah Wong.
Bayi itu diasingkan di hutan dibekali sepasang golek emas. Pengasuhnya Ulang dan Nini Nyai Alung. Kawasan hutan itu, dikenal dengan sebutan hutan ulang-aling. Sekarang lokasi ini menjadi areal hutan jati yang dikelola Perhutani.
Versi lain, menyatakan bahwa Galuh Timur termasuk dalam sejarah kerajaan Galuh perlu pengkajian akademis. Dari penelusuran radarcirebon.com, belum menemukan satu kata atau lokasi yang mendekati istilah penyebutan Galuh Timur. Di situ hanya dijelaskan bahwa terdapat kerajaan kecil semacam kadipaten bernama Galuh Rahyang yang berlokasi di Brebes dengan ibukotanya bernama Medang Pangramesan. Namun apakah Galuh Rahyang itu Galuh Timur?
