Pendatang dari Kutai Bikin Kerajaan Galuh Purba di Lereng Gunung Slamet?

ByXbfUQCUAA5 NE
Gunung Slamet sekitar tahun 1890. (Source: Leiden University Library)
0 Komentar

DIAWALI oleh pendatang-pendatang dari Kutai, Kalimantan yang membangun sebuah kerajaan dengan nama Kerajaan Galuh Purba.

Pendatang-pendatang ini belum menganut agama Hindu yang merupakan sesepuh orang jaman Kerajaan Kutai Mertadipura.

Menurut catatan sejarah Van der Meulen  Di Ambang Sejarah, ditengarai tesisnya ini belum ada yang menentang di kalangan para ahli sejarah.

Baca Juga:Masa Sulit Orang-Orang Cirebon Jadi Kuli BelandaTeka-teki Langkanya Candi Kerajaan Sunda Kuno

Dalam tesis tersebut, para pendatang dari Kutai tersebut pindah ke Pulau Jawa jauh sebelum abad III M. Mereka mendarat disekitar Cirebon. Mereka terus masuk kedaerah pedalaman, sebagian ada yang menetap disekitar gunung Ciremai, dan sebagian lagi terus melanjutkan perjalanan kearah selatan sampai didaerah sekitar Gunung Slamet dan lembah Sungai Serayu.

Mereka yang menetap disekitar Gunung Ciremai nantinya membangun Peradaban Sunda, sementara mereka yang menetap disekitar Gunung Slamet kemudian membangun Kerajaan Galuh.

Menurut laporan yang ditulis oleh Tim Peneliti Sejarah Galuh tahun 1972,  Kerajaan Galuh Purba tersebut dibangun oleh Ratu Galuh. Disebutkan bahwa kemungkinan nama kerajaan tersebut adalah kerajaan Galuh Sindula.

Ada pula naskah yang memberi nama kerajaan Bojong Galuh, dengan ibukotanya di Medang Gili. Antara abad I-VI M, Kerajaan Galuh Purba tersebut berkembang, namun belum memiliki catatan sejarah, yang jelas antara abad I-VI M tersebut banyak kerajaan yang menggunakan nama Galuh.https://a43a7b37687148da5d89e30f2135758a.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html

Selain Kerajaan Galuh Purba/Bojong, atau Galuh Sindula yang kemudian pindah ke Garut-Kawali. Salah satu Kerajaan bawahan Galuh Purba yaitu Kerajaan Galuh Kalinggamulai berkembang, bahkan menurut Babad Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara karya Pangeran Wangsakerta dari Cirebon, pada abad VII-VIII M.

Ada tiga Wangsa (Dinasti) yang berkembang yaitu: Wangsa Kalingga, Wangsa Sanjaya, Wangsa Sailendra. Catatan tersebut sesuai dengan buku yang ditulis oleh Fruin-Mees: Geschiedenis van Java,tahun 1919, halaman 16-20. Artinya, Kerajaan Galuh Kalingga yang sebelumnya sebagai bawahan Kerajaan Galuh Purba, berubah menjadi kerajaan yang berkembang setelah memisahkan diri dari Kerajaan Galuh Purba dan berdiri sendiri menjadi Kerajaan Kalingga.

0 Komentar