Jejak Illuminati di Kawasan Pabrik Gula Gempol

ILLUMINATION
JEJAK ILLUMINATI: Seorang warga menunjukkan makam Belanda yang berada di Kawasan Pabrik Gula Gempol, Palimanan, Kabupaten Cirebon. Foto: Dian Arief Setiawan/RCTV
0 Komentar

Barisan liar semak belukar dan gundukan ranting-ranting pohon menjalar di tanah. Tak ada satu petunjuk pun yang membuktikan bahwa tempat tersebut adalah kawasan pemakaman Belanda.

“Hati-hati, Mas, tempat itu angker,” seloroh ibu May, penjual jajanan di samping SD Negeri Gempol.

Namun, rasa ingin tahu soal keberadaan organisasi yang kerap dibumbui mitos oleh masyarakat Indonesia. Yaitu soal eksistensi organisasi Freemasonry–didirikan di dunia sebelum 1717, membunuh suasana angker di kawasan itu.

Baca Juga:Jejak Rekam ‘Pasukan Kancil Merah’ Abdoel Kadir di CirebonMaroeto Nitimihardjo Penggagas Sumpah Pemuda yang Terlupakan

Dengan menggunakan parang, mencerai berai barisan liar belukar. Satu per satu, makam-makam Belanda mulai tampak di permukaan. Susunan nisan yang sudah rusak, beberapa bagian makam roboh, dan beberapa masih tertimbun tanah.

“Dulu, makam ini, ada patung wanita seperti Bunda Maria,” ungkap Raka sambil membersihkan akar-akar liar yang menutupi makam, berbentuk tugu. Dia memastikan bahwa di atas tugu itu ada patung Bunda Maria. “Ada orang jahil, patung itu sudah hilang,” imbuhnya.

Sejenak, mengamati perlahan kompleks tersebut, teringat Museum Prasasti, Jalan Tanah Abang I No. 1 Jakarta Pusat. Sebuah museum, yang lebih tepat jika dikatakan sebagai kawasan pemakaman para tokoh penting petinggi Belanda atau orang Eropa pada masa kolonial.

Makam-makam kuno itu ditandai dengan koleksi prasasti nisan karya seni masa lampau sebanyak 1.372 makam yang terbuat dari batu alam, marmer, dan perunggu.

Sampai jelang tengah hari, kurang lebih empat makam. Selain nisan dari marmer ataupun batu alam, yang telah hilang diduga dicuri orang. Terdapat sebuah makam yang tertimbun sampah dan pohon pisang yang roboh.

Makam itu sedikit sulit dijangkau karena keberadaannya dikelilingi pohon-pohon yang tumbuh liar. Degup jantung tak beraturan, dan selayang mata terdiam, menyaksikan makam itu bergaya illuminati, saat lumut-lumut yang menempel mulai tersingkap.

Berbekal buku Codex Magica, Secret Signs, Mysterious, and Hidden Codex of the Illuminati karya Texe Marrs jejak makam di Kawasan Pabrik Gula Gempol, sedikit mulai terungkap. “Mereka ada di mana-mana. Cerdik menyamar. Tayang di TV, terselip di berbagai majalah, dan bersembunyi di biro periklanan yang berpengaruh. Terkadang keberadaan mereka tidak kentara atau tanpa disadari,” kata Texe Marrs.

0 Komentar