Dugaan purnawirawan perwira karir USAF ini, bisa saja jadi benar. Pada galibnya, Illuminati seringkali didefinisikan sebagai organisasi terselubung atau intrik. Mereka diyakini sebagai konspirator untuk mendalangi dan mengendalikan berbagai peristiwa di dunia melalui pemerintah atau korporasi demi mendirikan tatanan dunia baru.
Kini, lambang, simbol dan prasasti tersebut meninggalkan jejaknya di Kawasan Pabrik Gula Gempol, tahun 1847.
Jika dilihat kasat mata, makam berbentuk segitiga itu memiliki makna penting dalam semua ranah Illuminati. Baik dalam upacara ritual Rosicrucian dan kaum Mason. Segitiga selalu dipakai.
Baca Juga:Jejak Rekam ‘Pasukan Kancil Merah’ Abdoel Kadir di CirebonMaroeto Nitimihardjo Penggagas Sumpah Pemuda yang Terlupakan
Ordo Rosicrucian sangat bergantung pada segitiga sebagai media untuk menanamkan dan menyampaikan ajarannya kepada kandidat yang naik derajat. Mungkin saja. Jasad orang yang berada di makam tersebut, adalah orang yang dinaikkan derajatnya.
Kultus Teosofi Helena Blavatsky yang terkenal di seluruh dunia dan turunannya, Lucis Trust, dipimpin selama bertahun-tahun oleh penulis okultisme produktif, Alice Bailey, juga mengadopsi segitiga sebagai simbol ajaran mereka.
Tahun 1937, Lucis Trust mendirikan cabang kelompok bernama Triangles yang saat ini menganjurkan orang-orang di seluruh dunia untuk bergabung dalam jaringan mereka. Mereka membentuk kelompok segitiga lokal berisi tiga orang yang sering datang bersama-sama dan bermeditasi.
Artinya, dilihat dari sejarahnya, temuan makam berbentuk illuminati ini, melengkapi pelawatan gerakan theosofi di Indonesia.
Majalah Indisch Macconniek Tjidschrift, No 11, Agustus 1941 dan No 1 Oktober 1941, milik kelompok Freemasonry yang terbit di Semarang menulis keberadaan loge-loge Freemasonry di Hindia Belanda yang satu sama lain saling berhubungan. Majalah itu menulis aktivis Freemasonry yang disebut bro. Nama loge Chirebon, Bro G. van Owerkerk. (wb)
