Filolog Cirebon: Saya Diundang ke Israel, Telusuri Nama Sunan Gunung Jati dengan nama Syaikh Israel Ibnu Maulana

WhatsApp Image 2020 07 17 at 16.14.03 1170x878 1
0 Komentar

SURAT kabar Haaretz di Israel menyematkan julukan pada Abdurrahman Wahid sebagai ‘A Friend of Israel in the Islamic World’ lewat judul sebuah wawancara pada 2004. Micha Odenheimer, si wartawanj, membuka wawancara dengan pernyataan begini: ‘Anda di Israel dikenal sebagai teman. Ini cukup tidak lazim untuk seorang pemimpin Islam.’

Pernyataan Micha tentu wajar. Sebab, sebagian pemimpin Islam memiliki kecenderungan menentang Israel, apalagi jika sudah terkait konflik Israel dan Palestina. Namun, tidak dengan Gus Dur.

Tentunya, hal ini juga menjadi catatan penting bagi Raden Achmad Opan Safari Hasyim, seorang filolog Cirebon, yang tinggal tak jauh dari Pasarean Buyut Kilayaman, Rancang Dawuan, Tengah Tani, pantang berhenti menyusuri jejak leluhur Cirebon, para keturunan Sunan Gunung Jati.

Baca Juga:Selusur Jalan Tuan MarsekalekMenguak Simbol Freemason di Piring Keramik Kuning Situs Makam Gunung Jati

Dalam sebuah kesempatan di Warkop WAW Cirebon. Pria yang akrab disapa Opan ini, menceritakan pengalamannya diundang salah satu universitas terbaik dan universitas penelitian ternama, Hebrew University of Jerusalem, Israel yang didirikan tahun 1918.

“Israel cukup aman dan kondusif untuk studi,” ungkap Opan yang juga tercatat sebagai PNS Kementerian Agama Kabupaten Cirebon ini, Jumat (17/7).

Sekitar bulan Juni 2019, dirinya diundang Hebrew University of Jerusdalem untuk Program Post Doctoral atau Joint Research tentang The New Direction of Study Java. Kepada Rakyat Cirebon, ditengah kesibukannya menulis buku perjuangan rakyat Cirebon melawan kolonial, ia menceritakan pengalamannya selama di Israel.

Bagaimana Anda bisa sampai ke Israel?

Saya diundang Hebrew University of Jerusalem dalam sebuah Program Post Doctoral. Program tersebut berlangsung selama setahun, dan mengundang Profesor dari berbagai manca negara dalam bidang kajian Sejarah, Antropologi, Filologi serta Linguistik. Dari Amerika Serikat, Prof. Mark Benamo, Prof. Antony Day, Prof. Nancy K. Florida dan Dr. Verena Mever. Dari Belanda, Prof. Willem Vander Mollen, Prof. Bernard Arph, dan Dr. Estrick Baker. Dari Belgia, Prof. Ells Bogart dan Dr. Judit Brosnack. Dari Jerman, Prof. Edwin Wierenga dan Dr. Mariam Lucking. Dari Australia, Prof. George Quin dan Dr. Jhon Peterson.

Apa yang menjadi daya tarik Hebrew University of Jerusalem mengundang Anda?

0 Komentar