Soerabaja Courant Ungkap Pernikahan Snouck Hurgronje dengan Putri Penghulu Besar Ciamis

IMG 20200815 WA0128 1024x512 1
0 Komentar

Menurut Raden Jusuf, menjelang kepulangan Snouck ke Belanda, Snouck Hurgronje telah mengatur seluruh pembiayaan istri dan anak-anaknya melalui pembayaran bunga seumur hidup. Baginya Snouck telah berusaha menghindari berbagai kemungkinan penilaian buruk terhadapnya berkaitan dengan keluarga Sundanya.

Di sisi lain, Raden Jusuf juga dapat menerima bila ada anggapan bahwa akad-akad nikah Snouck di Hindia Belanda lebih diabdikan karena telaah-telaah kemasyarakatan berkaitan dengan jabatannya sebagai penasihat Hindia Belanda.

Van Koeningsveld melihat bahwa dengan melakukan perkawingan dengan keluarga pejabat tinggi ini, Snouck dapat masuk jauh lebih dalam di kalangan atas Priangan. Dalam sebuah nasihat bertanggal 23 November 1895 (tiga tahun sebelum menikah dengan Siti Sadijah) Snouck menulis:

Baca Juga:Jadi Telik Sandi Hindia Belanda, Snouck Hurgronje Pernah ke Cirebon?Kukuh Pertahankan Kearifan Lokal, Begini Pesan Putri Kedua Ratu Mas Dolly Manawijah

“Ia termasuk keluarga Priangan terkemuka baik melalui kekerabatan darah atau kekerabatan semenda[3] yang bekerja di dinas pemerintah.” Muhammad Su’eb, ayah Sadijah memang bersaudara dengan Raden Haji Muhammad Rusjdi dan Raden Haji Abdulkadir.

Atas anjuran Snouck, Muhammad Rusjdi diangkat sebagai penghulu besar di Kutaraja, Aceh, pada tahun 1895, menggantikan penghulu Haji Hasan Mustapa yang dipindahkan ke Bandung.

Hasan Mustapa adalah yang mengatur perkawinan Snouck dengan Sadijah, ia atasan Muhammad Su’eb. Berdasarkan fakta-fakta ini, van Koeningsveld menganjurkan agar sejarah Hindia Belanda dikaji ulang dengan menyorot hubungan-hubungan kekeluargaan ini. (wb)

0 Komentar