Tanpa diduga, bersamaan pula Baba Chong An juga sedang membangun kelenteng, yang sekarang dikenal dengan nama Kelenteng Jamblang. Akan tetapi dalam pembangunan Kelenteng tersebut kekurangan kayu untuk bubungan.
Menurut cerita tutur bahwa bubungan Kelenteng Jamblang adalah kayu jati Si Gentong dari Pulo Rancang bantuan dari Raden Banjar Patoman, tentunya atas seijin Sunan Gunung Jati. Setelah Kelenteng Jamblang berdiri, kemudian Raden Banjar Patoman diterima menjadi tunangan Liong Sie Tin.
Dan pada waktu itu orang-orang dari negeri Cina berkunjung di wilayah Jamblang, masyarakat asli desa Jamblang pun tidak kalah dengan orang-orang dari negeri Cina untuk berdagang yaitu jualan nasi yang dibungkus dengan daun jati, dan menjadi ciri khas desa Jamblang hingga kini. (*)
