Baba Chong An di Desa Jamblang

20190205 123354
Sungai Jamblang
0 Komentar

Ketika mendapati tempat tinggal Baba Chong An, ia melihat Liong Sie Tin sedang menunggu barang dagangan. Raden Banjar Patoman pun berkenalan dengan Liong Sie Tin. Dalam perkenalannya, ia menjadi sangat akrab dengan anak gadis Baba Chong An.

Hanya saja, Raden Banjar Patoman harus meneruskan perjalanannya, dan pamit undur diri. Liong Sie Tin ingin menyertai Raden Banjar Patoman ke Cirebon, keinginannya untuk mengetahui keadaan di Cirebon.

Raden Banjar Patoman berterus terang kepada Liong Sie Tin, bahwa kepergiannya untuk belajar agama Islam. Ia tidak berani mengajak Liong Sie Tin. Ia berjanji akan menemuinya kembali. Raden Banjar Patoman jatuh hati pada Liong Sie Tin.

Baca Juga:Arca Dewa Siwa Masa Indraprastha di Goa SunyaragiNaskah Sedjarah Kuntjit: Tragedi Kucir

Namun, Raden Banjar Patoman terasa berat untuk melangkahkan kakinya, meninggalkan putri Liong Sie Tin.  Namun tekad belajar agama Islam pada Sunan Gunung Jati, Raden Banjar Patoman harus meninggalkan Jamblang dan pujaannya.

Saat itu, Sunan Gunung Jati usai mengadakan musyawarah Dewan Wali Sanga dan mengundang Sunan Rangga. Sunan Rangga adalah sebutan lain Ki Kuwu Cakrabuana.

Sunan Gunung Jati memerintahkan untuk mengumpulkan kayu jati yang akan digunakan membangun Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon. Sunan Rangga pun berunding bersama Sunan Kalijaga perihal kayu jati yang akan diambilnya.

Sunan Rangga menjelaskan adanya kayu-kayu harus dikumpulkan, bahwa kayu itu akan diambil dari Alas Jati Si Gentong. Seorang bernama Nyi Rara Denok yang memiliki Alas Jati Si Gentong berkenan menyumbangkan kayu yang bernama Si Topeng yang berada di sebuah pulau kecil bernama pulau Rancang, sekarang Pulau Rancang adalah sebuah dusun di Desa Gegesik Kulon Kecamatan Gegesik.

Sementara, Raden Banjar Patoman akhirnya bertemu Sunan Gunung Jati dan meminta diajarkan ilmu Islam. Sunan Gunung Jati menerima permintaannya, diperintahkan agar bersabar menunggu sampai Sunan Kalijaga kembali dari pekerjaan menebang kayu jati untuk pembangunan masjid Agung Cirebon.

Raden Banjar Patoman merasakan anugerah jika sebagai murid Sunan Gunung Jati, turut membantu mengumpulkan kayu-kayu jati. Sunan Gunung Jati mengijinkan permintaan Raden Banjar Patoman, untuk bergabung dengan Sunan Rangga dan Sunan Kalijaga beserta penebang lainnya yang telah berada di Pulau Rancang.

0 Komentar