Pembangunan jalur transportasi membuat sangat mudah dan murah untuk bepergian misalnya, dari Tegal dan Cirebon ke Semarang, Solo atau Yogyakarta dikutip dari Indisch maçonniek tijdschrift, jrg 19, 1913-1914,1914.
Ketidakhadiran Freemason tua dari Cirebon karena usia yang cukup melelahkan untuk menempuh jarak jauh 373 km Cirebon ke Semarang meskipun menggunakan kereta api. Namun tidak ditemukan daftar nama sehingga belum jelas siapa Freemason tua yang tinggal di Cirebon pada catatan tersebut.
Pada periode 1911-1916 tidak ditemukan adanya aktifitas dari Freemason Cirebon berdasarkan Indisch Maçonniek Tijdschrift yaitu laporan tahunan loji-loji di Hindia Belanda. Informasi mengenai Freemasonry di Cirebon ditemukan kembali pada tahun laporan tahunan 1917.
Baca Juga:Berburu Freemason di Kota Wali Cirebon (Bagian Ketiga)1600, Perusahaan Hindia Timur Milik Inggris Didirikan
Pada tanggal 15 Desember 1917, tercatat hadirnya seorang Freemason dari Cirebon pada pertemuan Loji “St. Jan” di Bandung. Pertemuan tersebut dihadiri oleh D. C. A. Lugt, enam Freemason dari Batavia, Magelang dan Surabaya, serta P. A. Roelofsen, Koning, serta lima orang Freemason dari Batavia, Buitenzorg (Bogor), Cirebon dan Banyubiru dikutip Indisch maçonniek tijdschrift, jrg 23, 1917-1918, 1918.
Catatan selanjutnya yang menunjukkan Freemasonry di Cirebon adalah kesaksian seorang Freemason bernama L. W. van Suchtelen (L. W. van Suchtelen memiliki gelar bangsawan jhr yaitu singkatan dari jonkheer semacam sebutan “lord”, ia berprofesi sebagai ketua sub-komite pada Vereeniging tot het verleeuen van hulp aan ontslagen gevangenen bersumber Regerings-almanak van Nederlandsch-Indië 1920 Tweede Gedeelte: Kalender en Personalia, yang memberikan ceramah tentang Freemasonry di loji ‘St. Jan’ Bandung tahun 1919.
Ceramah tersebut bersumber pada pengalamannya sebagai Freemason yang melakukan tur ke kota-kota di Jawa yaitu Cirebon, Tegal, Semarang, Salatiga, Solo, Probolingo, Malang, Surabaya, Madiun, Yogya dan Magelang dikutip dari Indisch maçonniek tijdschrift, jrg 24, 1918-1919, 1919.
(bersambung)
