Berburu Freemason di Kota Wali Cirebon (Tamat)

Jepretan Layar 2021 01 01 pukul 12.46.57
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Perkembangan jumlah anggota Loji Humanitas Tegal sebagai loji yang terdekat dengan Cirebon serta beberapa anggotanya bermukim di Cirebon tidak pernah berjumlah lebih dari 45 orang.

Baca:

Dari data penelitian Th. Stevens, menandakan bahwa secara kuantitatif tidak terdapat kenaikan yang signifikan mengenai jumlah anggota sebagaimana terdapat dalam flowchart. Jumlah anggota setiap tahunrata-rata hanya 30-40 orang. Jumlah tersebut berbeda jauh dengan jumlah anggota loji di kota-kota besar yang mencapai 200 orang lebih pada kurunwaktu tersebut seperti jumlah anggota Loji ‘De Ster in het Oosten’ di Batavia dan Loji ‘St. Jan’ di Bandung.

Terlepas dari jumlah anggota Loji ‘Humanitas’ yang terbatas seperti pada flowchart, namun aktifitas di loji tersebut turut serta mendukung terbentuknya komunitas Freemason Cirebon yang menginspirasi pembentukan cabang Freemason di Cirebon kelak 23 tahun setelah loji ini didirikan yaitu tahun 1920.

Baca Juga:Berburu Freemason di Kota Wali Cirebon (Bagian Ketiga)1600, Perusahaan Hindia Timur Milik Inggris Didirikan

Sebelum Kring Cirebon berdiri, terdapat catatan mengenai Freemasonry di Cirebon pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Buku Gedenkboek Vrijmetselarij mencatat bahwa sekitar tahun 1893 telah terdapat beberapa Freemason yang belum diakui secara resmi di loji-loji, yang tersebar di beberapa kota yaitu Bandung, Blitar, Cirebon, Yogyakarta, Padang, Pekalongan, Rembang, Salatiga, Surabaya dan Tegal dikutip De Ster in het Oosten, Weltevreden, La Constante et Fidele, Semarang, De Vriendschap,”1917).

Hal tersebut menunjukkan bahwa telah terdapat Freemason dari wilayah Cirebon namun belum teridentifikasi dengan jelas. Catatan lain menunjukkan bahwa terdapat beberapa Freemason yang tinggal di Cirebon pada tahun 1910 dikutip Indisch maçonniek tijdschrift, jrg 17, 1911-1912, 1911).

Fakta tersebut tercatat dalam laporan tahunan salah satu loji terbesar di Hindia Belanda yaitu Loji Constante et Fidele yang telah berdiri sejak tahun 1801 di Semarang. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pada pertemuan di Loji Constante et Fidele yang berlangsung bulan Juli 1910, terdapat seorang anggota tua berusia 70 tahun lebih yang bertempat tinggal di Cirebon sering berhalangan hadir. Transportasi Cirebon ke Semarang dimungkinkan karena sejak 1908 perjalanan dapat ditempuh menggunakan kereta api perusahaan S.C.S (Semarang Cirebon Stoomtram Maatschappij) yang dilatarbelakangi kepentingan ekonomi kolonial.

0 Komentar