Baru pada tahun 1992 China memulai program penerbangan luar angkasa manusia. Pesawat ruang angkasa yang disebut Shenzhou, dikembangkan pada desain Soyuz Rusia yang telah teruji. Tetapi, pengembangan itu sangat bergantung pada teknologi dan manufaktur yang dikembangkan China.
Setelah melakukan uji coba selama empat tahun terhadap pesawat ruang angkasa tanpa awak, CNSA meluncurkan taikonaut (astronot) pertama Tiongkok, Yang Liwei, ke orbit pada tanggal 15 Oktober 2003. Atas hal itu, China menjadi negara ketiga setelah Uni Soviet dan Amerika Serikat yang mencapai penerbangan luar angkasa.
Pada September 2011, CNSA meluncurkan stasiun luar angkasa pertamanya Tiangong 1, lalu mendirikan Tiangong 2 pada September 2016. CNSA juga memulai Seri satelit Chang’e, pada Januari 2019 Chang’e 4 menjadi pesawat ruang angkasa pertama yang mendarat di sisi jauh Bulan.
Baca Juga:Perketat PSBB Jawa Bali, Begini Tanggapan Sri MulyaniDikabarkan Meninggal, Abu Janda: Ya Allah Cepat Kali Umur Kau Banggg, Denny Siregar: Itu Bukan Gua
Meskipun Amerika Serikat dan Rusia juga mengoperasikan robot antariksa di bulan, Chang’e milik Cina merupakan yang paling pertama mendarat di bulan untuk posisi yang selalu menghadap ke bumi.
https://twitter.com/CGTNOfficial/status/1080712382438027269?s=20
Chang’e berperan sebagai pendarat, penjelajah, dan satelit yang menyampaikan sinyal ke bumi. Badan Antariksa China (CNSA) meluncurkan Chang’e pada 8 Desember di China Xichang Satellite Launch Center. Chang’e masuk ke lintasan elips bulan pada akhir pekan, sekitar 15 km dari permukaan. (*)
