Serpihan Roket di Perairan Kumai, Berlogo CNSA Milik Badan Antariksa China

Serpihan atau puing yang diduga bangkai pesawat berlogo CNSA/Net
Serpihan atau puing yang diduga bangkai pesawat berlogo CNSA/Net
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Serpihan atau puing yang diduga bangkai pesawat ditemukan oleh warga di Perairan Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Baca:

Puing tersebut berupa tabung yang tinggal setengah badan berukurang 8 meter yang diduga bangkai pesawat rudal milik China yang meledak 10 April lalu.

Baca: Komisi I Minta Kemlu Harus Pastikan Serpihan Berlogo CNSA Milik China Atau Bukan

Baca Juga:Perketat PSBB Jawa Bali, Begini Tanggapan Sri MulyaniDikabarkan Meninggal, Abu Janda: Ya Allah Cepat Kali Umur Kau Banggg, Denny Siregar: Itu Bukan Gua

“Apalagi ada sisa-sisa kebakaran di beberapa elemen yang ditemukan. Jadi kita memang harus menunggu kepastian hasil investigasi forensik Kepolisian setempat,” ucap Farhan kepada wartawan, Rabu (5/1).

Legislator Partai Nasdem ini meminta Kementerian Luar Negeri untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Kedutaan Besar China untuk memastikan logo CNSA tersebut milik negara mereka atau bukan.

Lalu, apa itu CNSA?

Seperti dilansir dari laman Britannica, China National Space Administation (CNSA) adalah organisasi pemerintah Cina yang didirikan pada tahun 1993 untuk mengelola aktivitas luar angkasa nasional.

Kantor yang berpusat di Beijing ini mengoperasikan tiga fasilitas peluncuran, di Jiuquan provinsi Gancu, di Taiyuan provinsi Shanxi dan Xichang provinsi Sichuan.

Program luar angkasa China sebagian besar berkembang secara rahasia di bawah kendali militer dan Komisi Sains, Teknologi dan Industri untuk Pertahanan Nasional.

Pada tahun 1949, insinyur Tiongkok, Qian Xuesen kembali ke negara asalnya setelah membantu mendirikan Laboratorium Propulsi Jet di Pasadena, California, Amerika Serikat. Ia menjadi salah satu tokoh pemandu dalam pengembangan misil Tiongkok dan kendaraan bertenaga roket. Aslinya berasal dari rudal balistik antarbenua Soviet.

Pada tahun 1956, Qian Xuesen diangkat sebagai direktur pertama Akademi Penelitian Kelima Kementerian Pertahanan Nasional, yang didirikan untuk mengembangkan rudal balistik dan kemudian bertanggung jawab atas langkah-langkah pertama dalam program luar angkasa China.

Baca Juga:Ini Cara Cek Penerima Bansos Sembako Rp 200 Ribu di dtks.kemensos.go.id, Cair Tiap BulanBegini Cara Cek Nama Penerima Bansos Rp300 Ribu di dtks.kemensos.go.id.

Pada tahun 1964, program luar angkasa ditempatkan di bawah Kementerian yang kelak menjadi Kementerian Industri Luar Angkasa pada 1983.

Pada 1993 Kementerian Industri Luar Angkasa dipecah menjadi Perusahaan Dirgantara Cina independen, yang mengawasi sebagian besar produsen peralatan luar angkasa Cina, dan CNSA.

0 Komentar