Mulanya, pengangkatan sumpah jabatan dilakukan pada 4 Maret, bertepatan dengan berlakunya konstitusi Amerika. Namun semenjak tahun 1933, pengangkatan sumpah jabatan selalu dilakukan pada 20 Januari.Yang unik dari pengangkatan sumpah jabatan Presiden AS, bisa dilakukan dua kali bila jatuh pada hari Minggu. Misal tanggal 20 Januari jatuh pada hari Minggu, presiden terpilih tetap mengucapkan sumpah namun secara tertutup di depan Hakim Agung atau Ketua Mahkamah Agung. Keesokan harinya, pengucapan sumpah diulangi lagi pada upacara di depan umum.
“Saya bersumpah (atau menegaskan) dengan sungguh hati bahwa saya akan setia melaksanakan Jabatan Presiden Amerika Serikat dan akan dengan sepenuh Kemampuan saya, melestarikan, melindungi dan membela Undang-undang Dasar Amerika Serikat,” Begitulah bunyi sumpah seorang Presiden AS. Joe Biden akan mengucapkan sumpah tersebut di Gedung Capitol sebagai Presiden ke-46. Upacara pengambilan sumpah ini menjadi hajatan besar empat tahunan rakyat AS. Selain pengambilan sumpah, berbagai acara akan digelar selama hajatan itu.
Akan ada pidato dari presiden baru dan akan ada parade presiden terpilih. Selain itu, pelantikan juga akan diisi dengan acara konser, pesta dansa, dan makan malam perdana serta doa bersama.
Baca Juga:Karma, Media dan Warganet Tiongkok Ejek Kerusuhan di Capitol HillUndang Perhatian Hak-Hak Wanita Brasil, Ini Sosok Dibalik Patung Vagina Beton Raksasa
Saat pelantikan dan pengangkatan sumpah Presiden Barack Obama pada 2009, biaya yang dikeluarkan untuk pesta ini mencapai 55 juta dolar AS atau sekitar Rp 732 miliar. Lalu pada pelantikan Presiden Barack Obama periode kedua pada 2013, biaya yang dikeluarkan sekitar 43 juta dolar AS atau sekitar Rp 572 miliar.
Sedangkan untuk pelantikan Presiden terpilih Donald Trump, biaya yang dikeluarkan dikabarkan mencapai 90 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,2 triliun. Biaya ini tertinggi dalam sejarah pelantikan Presiden AS.
Jelang peralihan dan pelantikan presiden baru Amerika Serikat, Gedung Putih melakukan pembersihan. Untuk membersihkan karpet saja, Gedung Putih harus mengeluarkan dana sebesar 44 ribu dolar AS atau kurang lebih sekitar Rp 600 juta.
Karpet-karpet dibersihkan untuk menghindari jejak penularan virus corona yang telah menimpa Donald Trump dan beberapa staf Gedung Putih. Pembersihan karpet ini dilakukan sebelum Presiden Joe Biden mengambil alih pemerintahan di tengah pandemi virus corona.
