Baca: Tagar #RismaRatuDrama Jadi Trending Twitter, Pengamat: Kerja Menteri dengan Walikota Itu Berbeda
Nur pun terlihat menggunakan aksesoris. Seperti gelang, cincin batu dan kalung.
Namun, hal itu berbeda dengan foto saat bersama Risma. Pada foto itu, pria tersebut tidak terlihat menggunakan aksesoris apapun di tubuhnya.
Baca Juga:Mengenal Capitol Building, Tempat Sakral Pelantikan Para Presiden ASKarma, Media dan Warganet Tiongkok Ejek Kerusuhan di Capitol Hill
“Nih liat dari hidung, mata saya, rambut saya, sama kuping keliatan. Terus tangan saya gak keliatan sih ini gambar (tato) ininya. Kalau yang ngaku-ngaku, persis gak rambutnya, atau tangannya. Kalau saya ada gambarnya. Iya tatonya, kalau dia gak ada gambar tatonya bukan saya berarti,” jelasnya.
Sementara itu kata Nur, cincin yang ia gunakan merupakan cincin yang selalu ia pakai. Karena, cincin tersebut merupakan warisan dari orang tuanya.
“Nih cincin dari warisan Emak, peninggalan. Gak pernah hilang. Tapi ini (foto) gak ada cincin ya? Gak ada cincin. Iya saya pakai terus (cincin)” katanya.
Untuk gelang sendiri, Nur mengaku suka melepasnya ketika hendak masuk ke toilet.
“Kalau gelang sih enggak (sering dipakai). Kadang-kadang kalau buang air saya taro,” pungkasnya.
Selain itu, Nur pun mengaku mempunyai keluarga di daerah Jalan Minangkabau Timur. Ada istri dan anaknya.
Istrinya, berjualan es kelapa. Sedangkan anaknya, menjual kursi kantoran.
Nur mengaku tidak tinggal bersama keluarganya karena merasa tidak dipedulikan dan keluarganya tidak pernah mengajak untuk tinggal bersama.
Baca Juga:Undang Perhatian Hak-Hak Wanita Brasil, Ini Sosok Dibalik Patung Vagina Beton RaksasaTemuan Serpihan Berlogo CNSA, LAPAN: Bagian Roket Long March-3B
Sehingga Nur lebih memilih tidur di emperan jalan maupun emperan ruko di sekitar tempat usaha istri dan anaknya.
Sementara, jurnalis senior Hersubono Arief menyebut Risma melakukan drama dalam 3 babak.
Baca: Tagar #RismaRatuDrama Jadi Trending Twitter, Pengamat: Kerja Menteri dengan Walikota Itu Berbeda
Bahkan blusukan Risma ini disebut Hersubeno Ariesf sebagai drama Korea. Sayangnya, bukan drama Korea yang happy ending, aksi blusukan Risma ini siebut sad ending.
Hal itu karena kini identitas tunawisma itu mendadak dipertanyakan, karena disebut bukan tunawisma asli.
“Drama Korea 3 babak ini berakhir sad ending, sedih endingnya atau bahkan shame ending berakhir dengan memalukan,” ucap Hersubono Arief, dilansir carubannagari.radarcirebon.com dari akun Youtube-nya.
