Polisi Ungkap Kronologi Kasus Pembakaran Pesawat MAF di Papua

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw
Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw membeberkan kronologi kasus perusakan dan pembakaran pesawat terbang di Bandara Pagamba, Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Rabu (6/1). Peswat terbang Quest Kodiak yang dibakar itu milik maskapai penerbangan Mission Aviation Fellowship (MAF).

Baca: Polisi Selidiki Identitas 2 Penumpang Pesawat Mission Aviation Fellowship

Kapolda menyebut kronologi kasus perusakan dan pembakaran pesawat terbang MAF nomor registrasi PK-MAX itu setelah pilot Alex Luferchek, warga negara Amerika Serikat, memberikan keterangan kepada kepala polres dan kepala Satuan Reskrim Polres Nabire, di Nabire, Kamis (7/1). Pesawat terbang Quest Kodiak itu diketahui lepas landas dari Bandara Nabire pada pukul 07.00 WIT Rabu (6/1) menuju Kampung Pagamba, Distrik Mbiondoga, Kabupaten Intan Jaya.

”Peswat itu membawa dua orang penumpang dan bahan kebutuhan pokok atau bahan makanan,” ujar Paulus Waterpauw seperti dilansir dari Antara di Timika, Jumat (8/1).

Baca Juga:Polisi Selidiki Identitas 2 Penumpang Pesawat Mission Aviation FellowshipPSBB Jawa-Bali, Ini Daftar Wilayah PSBB Jawa Barat

Namun saat hendak mendarat di Bandara Kampung Pagamba, kondisi cuaca tidak mendukung sehingga pilot memutuskan untuk kembali ke Nabire. Selanjutnya sekitar pukul 09.00 WIT, pesawat terbang Quest Kodiak itu kembali terbang dari Bandara Nabire menuju Bandara Kampung Pagamba, Intan Jaya, dan berhasil mendarat secara mulus.

Saat pesawat terbang Quest Kodiak dalam posisi berhenti di landasan, lanjut kapolda, tiba-tiba muncul sekitar 10 orang tidak dikenal dari balik semak-semak sekitar bandara dengan menenteng sejumlah senjata api laras panjang dan laras pendek. Melihat itu, masyarakat di sekitar lapangan terbang langsung melarikan diri.

”Sekelompok orang bersenjata itu berjalan mendekati pesawat terbang Quest Kodiak tersebut. Mereka kemudian mengarahkan senjatanya kepada pilot, meminta dia keluar dari pesawat terbang dengan posisi ditodong senjata api lalu disuruh duduk di tanah,” ujar Paulu Waterpauw.

Tak lama berselang, sekelompok kawanan bersenjata api itu menurunkan barang-barang dari dalam pesawat terbang. Setelah semua barang diturunkan, mereka merusak pesawat terbang Quest Kodiak berbaling-baling tunggal itu dan kemudian membakarnya.

”Adapun Luferchek, 32, berhasil melarikan diri dari kawanan orang bersenjata itu ke Kompleks Gereja di Kampung Togai, dengan berjalan kaki sekitar tiga jam dari Bandara Kampung Pagamba,” terang Paulus Waterpauw.

0 Komentar