CARUBAN NAGARI-Indonesia kembali berduka dengan kecelakaan yang menimpa pesawat Sriwijaya Air dengan kode penerbangan SJ-182 pada Sabtu sore (9/1).
Baca: Sriwijaya Air Kode Penerbangan SJY182 Hilang Kontak di Ketinggian 11 Ribu Kaki
Pesawat dengan registrasi PK-CLC itu terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pontianak. Pesawat dilaporkan hilang kontak hanya beberapa saat setelah lepas landas.
Baca Juga:Guru SMK asal Tegal Status WhatsApp Terakhirnya Viral, Panca Widia Nursanti: Koq Belum Boarding SihRatih Windania Sebelum Naik Sriwijaya Air SJ182 Unggah Story Instagram Berpamitan
Pesawat yang digunakan sendiri adalah jenis Boeing 737-500 dengan kapasitas kelas ekonomi maksimal 112 penumpang.
Baca: Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak Jadi Sorotan Media Asing
Ketika kecelakaan terjadi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut terdapat 62 orang yang ada di dalam pesawat, 50 penumpang dan 12 kru. Penumpang terdiri dari 43 orang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 balita.
Pesawat memiliki dua mesin CFM56-3C1 yang dibuat oleh CFM International, perusahaan patungan antara GE Aviation dari Amerika Serikat dan SNECMA dari Prancis. Pesawat itu memiliki panjang 31 meter.
Baca: Bupati Kepulauan Seribu Sebut Sriwijaya Air Jatuh di Perairan Sekitar Pulau Laki
Dengan nomor produksi 27323, pesawat itu melakukan uji coba terbang perdananya pada 13 Mei 1994. Boeing sendiri merilis 737 seri 500 pada Februari 1984. Hingga saat ini, usia dari pesawat itu mencapai lebih dari 26 tahun.
Sebelum digunakan oleh Sriwijaya Air sejak 2012, pesawat tersebut pernah dipakai oleh Continental Airlines pada 1994 dan United Airlines pada 2010.
Baca Juga:Bupati Kepulauan Seribu Sebut Sriwijaya Air Jatuh di Perairan Sekitar Pulau LakiSriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak Jadi Sorotan Media Asing
Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) No. 115/2020, penggunaan pesawat terbang sebagai transportasi dibatasi hingga usia maksimal 20 tahun, sementara bukan kategori transportasi penumpang adalah 25 tahun. (*)
