Banjir Kalsel, 21.990 Jiwa Terdampak dan Mengungsi

ErwO4NpVQAM2SvV
Terputusnya jalan akibat bencana banjir menyebabkan beberapa daerah di Kalimantan Selasa lumpuh total. (Twitter @PNewwiee)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Sebanyak 21.990 jiwa terdampak banjir dan mengungsi di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan akibat hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air sungai di Kecamatan Pelaihari meluap yang terjadi pada Minggu (3/1) pukul 10.30 WITA. 

Hal ini berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana per Jumat (15/1/2021) pukul 11.40 WIB.

https://youtu.be/thBBOkkScjw

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut melaporkan bahwa saat ini tinggi muka air terpantau sekitar 150 cm sampai 200 sentimeter yang merendam 6.346 unit rumah. Disamping itu, BPBD juga terus melakukan pendataan 5 titik pengungsian bagi masyarakat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati, Jumat (15/1/2021). 

Baca:

Baca Juga:Saat Evakuasi Puing-puing Pesawat, Ditemukan Sajadah Milik Korban Sriwijaya Air SJ182, Masih Utuh409 Gardu Listrik Masih Rusak di Majene dan Mamuju Dampak Gempa Sulbar

BPBD Kabupaten Tanah Laut juga menginformasikan akses jalan dari Palaihari ke Banjarmasin terputus akibat banjir. Saat ini tim gabungan bergotong royong dalam melakukan penanganan bencana yang terjadi. BPBD Kabupaten Tanah Laut juga mendata beberapa kebutuhan mendesak yang dibutuhkan masyarakat terdampak seperti sandang, pangan, terpal, matras, selimut dan peralatan dasar kebencanaan.

Berdasarkan pemantauan BMKG, Kalimantan Selatan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. 

“BNPB menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, ditengah musim hujan yang akan terjadi hingga Februari 2021. Masyarakat juga dapat memantau informasi prakiraaan cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),” ucap Raditya. (*)

0 Komentar