CARUBAN NAGARI-Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melaporkan update korban dan kerusakan akibat gempa yang berpusat di Majene, Sulawesi Barat. Setidaknya sudah ada 8 orang meninggal dunia dan ratusan orang luka-luka.
“Korban Jiwa di Kabupaten Majene 8 orang meninggal dunia, 637 orang luka-luka dan 15.000 orang mengungsi,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/1).
https://twitter.com/hum_initiative/status/1349940715967533058?s=20
Berikut data sementara dampak gempa menurut Pusdalops PB BNPB, hingga Jumat (15/1/2021) pukul 11:40 WIB.
Korban Jiwa Kabupaten Majene:
Baca Juga:Hasil Autopsi Penyebab Tewasnya Pramugari Christine Angelica Dacera, Aneurisma AortaBegini Tanggapan Sherina Soal Permintaan Maaf Raffi Ahmad, Netizen Bertengkar
- 8 orang meninggal
- Kurang lebih 637 orang luka-luka
- Kurang lebih 15.000 orang mengungsi
- 10 titik pengungsian Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua di Kecamatan Ulumanda dan Kecamatan Malunda dan Kecamatan Sendana
Kerugian Materil Kabupaten Mamuju:
- Hotel Maleo rusak berat
- Kantor Gubernur Sulbar rusak berat
- Rumah warga rusak (pendataan)
- RSUD Mamuju rusak berat
- 1 unit Minimarket rusak berat
- Jaringan listrik padam
- Komunikasi Selular terputus-putus/tidak stabil
Kabupaten Majene:
- Longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus)
- 300 unit rumah rusak (pendataan)
- unit Puskesmas rusak berat
- Kantor Danramil Malunda rusak berat
- Jaringan listrik padam
- Komunikasi Selular terputus-putus/tidak stabil
BMKG: 47 kali gempa guncang Sulawesi Barat sejak Kamis (14/1/2021) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyebutkan sejak Kamis (14/1/2021) hingga Jumat pagi telah terjadi 47 kali gempa bumi dan dua di antaranya telah merusak bangunan.
“Gempa tektonik terjadi sebanyak 47 kali di wilayah Sulawesi Barat dan sekitarnya,” ujar Staf Pusat Gempa Regional IV Makassar Syarifuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, seperti dilansir Antara.
Menurutnya gempa yang terjadi pada Kamis (14/1/2021) hingga pukul 23.00 WITA, terjadi 28 kali gempa dengan magnitudo terkecil 2 Skala Richter (SR) hingga yang terbesar dan membuat kerusakan, yakni di atas 6 SR.
Syarifuddin menjelaskan, gempa bumi dengan magnitudo terendah, yakni di bawah dua Skala Richter (SR) terjadi sebanyak sembilan kali.
Kemudian gempa antara 3 hingga di bawah 4 SR itu terjadi sebanyak 13 kali dan gempa dengan 4 hingga 5 SR terjadi sebanyak 3 kali. Sementara gempa dengan kekuatan 5 hingga di bawah 6 terjadi 2 kali serta gempa yang berkekuatan 6 SR terjadi satu kali.
