Tak berselang lama dari letusan di pusat kawah, Gunung Ciremai pun kembali menunjukkan tanda tanda aktifnya dengan kembali erupsi. Namun letusan tersebut intensitasnya tak jauh berbeda hanya bersifat freaktik (secara tiba-tiba dan berintensitas kecil)
Namun dikatakan di infografis yang buat oleh Facebook Gunung Ciremai, pada fase freaktik ini menampakkan menimbulkan kerusakan rumah warga dari embusan abu vulkanik dari letusan di pusat kawah.
“Letusan berlanjut dari kawah pusat, letusan abu,” tulis Van Padang, 1937; 1951; Stehn, 1940; dan Kusumadinata, 1971. (*)
