CARUBAN NAGARI-Warga Indramayu diharap untuk berhati-hati dan waspada. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis prakiraan gelombang tinggi dan banjir rob di sejumlah pesisir Indonesia.
Berdasarkan informasi yang dirilis BMKG, gelombang tinggi dan banjir rob berpotensi terjadi di pesisir utara Pulau Jawa mulai hari ini 27 Januari hingga 29 Januari 2021.
Apa itu banjir rob?
Banjir rob sering terjadi di sejumlah wilayah pesisir di Indonesia, khususnya pada musim penghujan. Banjir rob adalah peristiwa meluapnya air laut ke daratan.
Baca Juga:Aktivitas Sesar Lembang Dipantau Sejak 1963, Sesar Aktif di Jawa BaratAda Baliho Ridwan Kamil Capres 2024 Di Garut, Banser Jabar: Belanda Masih Jauh
National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengklaim bahwa kenaikan permukaan air laut merupakan salah satu penyumbang peningkatan banjir rob. Selain itu, banjir rob juga dapat diakibatkan oleh sejumlah faktor seperti gelombang tinggi, hujan lebat, dan pembangunan di area pesisir.
Meningkatnya permukaan air laut sering dikaitkan dengan isu perubahan iklim. Center of Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa meningkatnya suhu global merupakan akar dari perubahan iklim yang menyebabkan permukaan air laut meningkat.
Hal ini karena perubahan iklim menyebabkan perairan mulai menghangat dan meluas, serta menyebabkan gletser dan lapisan es di daratan mencair karena adanya peningkatan suhu.
Sejak 1880, rata-rata permukaan laut global telah meningkat delapan hingga sembilan inci.
“Pada tahun 2100, permukaan laut diperkirakan akan naik 12 hingga 60 inci lagi, tergantung pada kenaikan suhu global di masa depan,” klaim CDC. (*)
