Sesar Aktif, Gempa Pertama Guncang Kalimantan, 77 kali Sejak Awal Januari 2021

1f44b3e48eaa0b494c93d58ede3bc09e
(Foto: Instagram Daryono)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan magnitudo 4,1 terjadi  Berau salah satu wilayah Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (29/1/2021) pukul 00.42.00 WIB. 

Baca: Banjir Kalsel, 21.990 Jiwa Terdampak dan Mengungsi

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono  mengatakan episenter gempa ini terletak pada koordinat 2,03 Lintang Utara dan 118,05 Bujur Timur, tepatnya di laut pada jarak 62 km arah timur Kota Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur, pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Diduga kuat pemicu gempa ini adalah sumber gempa di Zona Sesar Mangkalihat (Mangkalihat Fault Zone).

Baca Juga:Saat Berenang, Tiba-tiba Kepala Pria Ini Diterkam BuayaCiremai, Rangkaian Gunung Aktif Berbentuk Cincin Api

https://www.instagram.com/p/CKnAgGpJTzw/?utm_source=ig_web_copy_link

“Guncangan gempa ini dirasakan di wilayah Tanjung Redeb dan Tabalar dalam skala intensitas II-III MMI dimana guncangan dirasakan warga yang sedang tidak tidur. Beberapa warga sempat membangunkan anggota keluarganya yang lain untuk diajak keluar rumah karena kawatir ada guncangan gempa susulan berikutnya,” kata Daryono dalam unggahannya di akun instagramnya, Jumat (29/1/2021). 

Hingga pagi ini, kata dia, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. “Ini wajar karena magnitudo gempa relatif kecil dan dampaknya hanya guncangan yang mencapai skala intensitas III MMI belum merusak,” jelasnya.

“Patut disyukuri dengan episenter di lepas pantai Berau, tetapi karena kekuatan gempa yang relatif kecil maka tidak berpotensi tsunami. Masyarakat pesisir Berau dihimbau untuk tetap tenang dan tidak panik terkait gempa yang terjadi,” tambahnya.

Di sisi lain, ia menilai bulan Januari 2021 menjadi bulan abnormal untuk aktivitas gempa dirasakan (felt earthquake) di Indonesia, dimana frekuensi aktivitas gempa tektonik yang dirasakan masyarakat terjadi sangat banyak dengan jumlah di atas normal.

“Hingga pagi hari ini Jumat 29 Januari 2021 pukul 00.42.00 WIB BMKG sudah mencatat gempa dirasakan sebanyak 77 kali gempa sejak 1 Januari 2021,” terangnya. (*)

0 Komentar