3 Jam Blak-blakan, Begini Rupanya ‘Lingkaran Setan’ Mahalnya Daging Sapi, Kedelai hingga Bawang Putih

123
0 Komentar

Dirut BULOG mengakui hal itu, karena bantuan baru bisa dibayar pemerintah kalau sudah putusan Ratas. Belum otomatis, beras di gudang BULOG terserap  karena dibeli ASN, TNI atau Polri. BULOG tak lagi diberi kewenangan tunggal, dalam hal menghabiskan beras cadangan di gudang.

Upaya beras BULOG terserap ke ASN, TNI atau Polri baru akan diupayakan. Sehingga selain mengatasi mafia pangan, dengan beras terbaik yang diproduksi oleh BULOG.  Stok gudang di BULOG yang dibeli langsung dari petani bisa disalurkan.

Bahwa Perum BULOG yang fokus di Pajale (padi jagung kedele) akhirnya mendapat izin memasukan import daging kerbau dari India, ia juga bersyukur.  Untuk import sapi dari negara lain, Buwas mengaku tak tahu.

Baca Juga:Tradisi Jual-Beli Khas Nabi Boleh Dilakukan, Apa Kata Wakil Presiden Maruf AminJalur Pantura Macet Sekitar 2 Km, Ini Lokasinya, Ada Apa?

Yang pasti,  oknum atau mafia pangan sudah berhasil menciptakan kondisi,  agar daging harganya terkerek naik.

“JIka diberi peran lebih, BULOG tak sulit mengatasi oknum-oknum atau rantai distribusi pangan yang menyusahkan masyarakar,” kata Buwas.

BULOG sudah menjamin  ketersediaan pangan dari petani sendiri. Kalaupun stok kita tiba-tiba tak cukup, kurang dari seminggu dengan kontak langsung ke negara lain secara langsung sudah beres, dengan harga yang bagus dan tak mencekik leher. Tak perlu calo atau ini dan itu.

“Mau dijadikan apa BULOG ke depannya, yang penting fungsinya dirasakan masyarakat,” Buwas menegaskan.

Untuk beras,  BULOG berpengalaman saat menghadapi suplai yang melimpah terutama saat panen raya, mengakibatkan terjadinya marketed surplus di pasar yang perlu penyerapan.

Membeli gabah langsung dari petani,  BULOG memiliki alat canggih untuk mengeringkan gabah itu menjadi beras terbaik.

Keberhasilan Perum BULOG selama ini teruji. Walau keadaan yang sekarang berbeda dengan dulu. Saat ini, stok beras yang  ada di gudang BULOG, tak otomatis dibeli pemerintah  sebagai bansos atau jaman raskin.

Tapi komitmen BULOG terhadap “penugasan” terus berjalan.

Baca Juga:Kepala Basarnas Diganti, Ada Apa?Sri Mulyani Potong Insentif Tenaga Kesehatan, Ini Tanggapan Budi Gunadi Sadikin

Dalam menghimpun stok dari pengamanan HPP membantu dalam memperkuat stok beras nasional, juga membantu peningkatan pendapatan jutaan petani yang tersebar di berbagai tempat di tanah air dan sekaligus dapat mendorong stabilitas harga beras.

0 Komentar