CARUBAN NAGARI-Perbincangan secara virtual Direksi BULOG dengan rekan media massa menjadi menarik. Budi Waseso alias Buwas mengungkap cerita “lingkaran setan” yang masih terjadi di republik ini. Dimana ada yang sudah jadi keputusan, bisa jadi tidak terlaksana.
Tak terasa tiga jam berlalu. Silaturahmi awal tahun 2021 ini antara Direksi Perum BULOG dengan sejumlah awak media yang tergabung dalam Forum Wartawan Bulog. Obrolan yang seru dan blak-blakan.
Pada kesempatan itu Budi Waseso juga memperkenalkan jajaran direksi yang baru terbentuk kepada rekan-rekan media. Dimana BULOG menyiapkan langkah taktis, fokus bisnis raih market dan profitabilitas.
Baca Juga:Tradisi Jual-Beli Khas Nabi Boleh Dilakukan, Apa Kata Wakil Presiden Maruf AminJalur Pantura Macet Sekitar 2 Km, Ini Lokasinya, Ada Apa?
Mantan Kepala Bareskrim polri itu mengatakan bahwa susunan direksi kali ini sungguh berbeda dan tergolong istimewa, karena dua di antaranya berasal dari karyawan Perum BULOG, yaitu Febby Novita selaku Direktur Bisnis dan Mokhamad Suyamto selaku Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik.
Adapun susunan lengkap jajaran direksi Perum BULOG yang diperkenalkan adalah Gatot Trihargo selaku Wakil Direktur Utama . Febby Novita selaku Direktur Bisnis. Mokhamad Suyamto selaku Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik.
Kemudian orang lama yang menjadi Direktur SDM kini dipercaya sebagai Direktur Keuangan, yakni Bagya Mulyanto. Sinar Hadi Purnomo selaku Direktur Human Capital.
“Jumlah direksi juga mengalami perampingan dari sebelumnya berjumlah delapan orang kini menjadi enam orang, termasuk Dirut Perum BULOG,” kata Budi Waseso.
Secara ceplas ceplos, Buwas menjawab gamblang pertanyaan jurnalis.
Antara lain yang ditanyakan, mengapa Badan Usaha Milik Negara sejak 2003 dan dibentuknya BULOG terjadi pada 10 Mei 1967 itu tak berperan banyak dalam hal “gonjang-ganjing” yang ramai di masyarakat seperti langka dan mahalnya daging sapi, kedelai hingga bawang putih.
Media menyoroti dan mencatat BULOG — yang mengelola cadangan beras Pemerintah memperkuat Pilar Stabilitas — baru “terasa peran”-nya saat operasi pasar. Atau BULOG bermanfaat, ketika menanggulangi keadaan darurat, rawan pangan hingga bantuan bencana alam, gempa bumi atau banjir .
Itupun, ketika Rakertas pemerintah memutuskan untuk turun membantu.
