CARUBAN NAGARI-Banjir besar melanda kawasan paparan Sunda (Sunda Land) ribuan tahun lalu. Akibat banjir besar itu, ribuan orang berpindah tempat tinggal membawa serta kebudayaan dan peradaban mereka ke daerah baru.
“Migrasi inilah yang menyebabkan persebaran budaya dan peradaban dari kawasan tersebut ke daerah lain, ” jelas Stephen Oppenheimer, penulis buku Eden in the East, dikutip carubannagari.radarcirebon.com, Selasa (23/2).
Sundaland adalah hamparan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Langka, dan Indonesia bagian Barat meliputi Sumatra, Kalimantan, Jawa dan terus ke arah timur. Atlantis berpusat di Indonesia bagian barat sekarang. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Baca Juga:Istri Prabu Siliwangi 151 Orang, Hanya Ambetkasih, Subanglarang, Kentring Manik yang DikenalTidak Terpuji di depan Mahasiswa, Video: Dosen Perempuan Dipukul Dosen Pria
Santos meyakini bahwa benua Atlantis adalah sebuah pulau besar bernama Sundaland, suatu wilayah yang kini ditempati Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Sekitar 11.600 tahun silam, benua itu tenggelam diterjang banjir besar seiring berakhirnya zaman es.
Sekitar 20.000 tahun yang lalu pada puncak zaman es terakhir Sumatera, Kalimantan dan Jawa pernah menjadi satu daratan yang jauh lebih besar yang terhubung ke Asia yang disebut Sundaland.
Dalam penelusuran carubannagari.radarcirebon.com, Arnold HL Heeren dalam bukunya The Historic Research tahun 1846, mengatakan Sunda dan Jawa sudah dikenal sejak zaman Romawi Kuno. Bukan main! Adalah geografer Romawi bernama Claudius Ptolemy (100-170 Masehi) yang menulis ada tempat bernama Sinde (Sunda) dan Jabadia (Javan-Dwipa/Jawadwipa/Jawa) di wilayah bernama Aurea Chersonesus (Golden Peninsula).
Kemudian ada beberapa ilmuwan Belanda yang mulai meneliti Sundaland antara lain Gustaf Molengraff dan Reinout Willem van Bemmelen di paruh pertama abad ke-20. Bemmelen disebut-sebut yang pertama mengusulkan nama Sundaland di forum ilmiah. Sampai sekarang, semua penelitian multi disiplin bersepakat untuk menamai benua tenggelam di Indonesia ini sebagai Sundaland.
Bagaimana akhirnya Sundaland bisa tenggelam? Yang jelas bukan mendadak tenggelam. Yahdi mengatakan, benua Sundaland tenggelam pelan-pelan dari 18 ribu tahun lalu pada masa Last Glacial ke masa Holocene sekitar 12.000 tahun silam. Itu semua akibat pemanasan global dimana permukaan air laut naik 20 mm/tahun. Benua Sundaland pun akhirnya tenggelam sepenuhnya, di masa Holocene 12 ribu tahun silam.
