“Di bawah bimbingan Treub, Kebun Raya Buitenzorg berhasil menjadi sebuah pusat dalam lingkaran ilmu pengetahuan botani. Dasar kelembagaannya yang kukuh dan akses terhadap ilmu pengetahuan tropis dalam cakupan yang luas membuat iri para botanikus seluruh dunia,” tulis Andrew Goss dalam Belenggu Ilmuwan dan Pengetahuan, tahun 2011.
Namun siapa sangka, Kebun Raya Buitenzorg yang didirikan pada 1817 ini, terdapat 42 makam, termasuk makam istri Prabu Siliwangi dan tokoh VOC.
Bogor Botanical Gardens atau Kebun Raya Bogor saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga lokasi edukasi kekayaan hayati bagi masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya, khususnya para pelajar.
Baca Juga:2 Prajurit Pasukan Elit TNI AU Gagalkan Percobaan Bunuh Diri Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma AtletLegenda Golf Tiger Woods Kecelakaan, Tabrak Pembatas Jalan, Mobil Terguling
Luasnya 85 hektar berada pada ketinggian 250 mdpl, didirikan oleh Van Sloten tahun 1941, mempunyai koleksi tanaman khas dataran rendah beriklim kering daerah tropis. Kebun Raya “Eka Karya” Bedugul-Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo.
Namun siapa sangka, di tengah rimbunnya pohon dan aneka ragam tumbuh-tumbuhan, terdapat beberapa makam di Kebun Raya Bogor.
Sebagaian makam di Kebun Raya Bogor diisi oleh orang-orang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) seperti Gubernur Jenderal VOC, peneliti terkemuka, hingga ahli hukum negara dari Belanda.
Tak hanya diisi oleh orang VOC, di Kebun Raya Bogor juga terdapat makam keramat bernama makam keramat Ratu Galuh yang merupakan istri kedua Prabu Siliwangi itu.
Sementara itu, Manajer Humas Kebun Raya Bogor, Ayi Doni Darussalam menyebut ada 42 makam di Kebun Raya Bogor.
Dari 42 makam di Kebun Raya Bogor tersebut, 38 diantaranya memiliki identitas, sedangkan sisanya tak dikenal.
“Makam paling tua adalah makam Cornelis Potmans yang tertulis wafat pada 2 Mei 1784,” jelasnya.
Baca Juga:Tanpa Kecuali, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Perintahkan Seluruh Kapolda Gelar Tes UrineTergantung 10 Meter, Aksi Sit Up di Atas Tiang Listrik
“Sedangkan makam yang paling baru adalah makam Prof Dr AJGH Kostermans yang meninggal pada tahun 1994, seorang ahli Botani terkenal berkebangsaan Belanda yang menjadi warga Negara Indonesia sejak tahun 1958,” ujarnya dikutip carubannagari.radarcirebon.com, Senin (24/02).
