Ada 42 Makam 10 Tak Dikenal di Kebun Raya Bogor, Salah Satunya Istri Prabu Siliwangi?

kebun raya bogor wikicommon ratio 16x9 1
Kebun Raya Bogor; 1870. FOTO/Wikicommon
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Kebun Raya Bogor yang kita kenal ternyata tak hanya diisi oleh berbagai jenis tanaman. Profesor F.A.F.C. Went dari Universitas Utrecht dalam “Short History of General Botany in the Netherlands Indies” dalam Science and Scientists in the Netherlands Indies, 1945, menyebut satu usaha Reinwardt yang berdampak besar bagi perkembangan botani di Hindia Belanda: pendirian Kebun Raya Buitenzorg pada 1817.

Baca: Istri Prabu Siliwangi 151 Orang, Hanya Ambetkasih, Subanglarang, Kentring Manik yang Dikenal

Impian Reinwardt baru terlaksana sekira 1880-an, ketika Kebun Raya Buitenzorg dipimpin oleh Melchior Treub.

Baca Juga:2 Prajurit Pasukan Elit TNI AU Gagalkan Percobaan Bunuh Diri Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma AtletLegenda Golf Tiger Woods Kecelakaan, Tabrak Pembatas Jalan, Mobil Terguling

“Dia bukan hanya seorang ahli botani dan ilmuwan ulung, tetapi juga organisator dengan jiwa kepemimpinan hebat. Selama 25 tahun menjabat direktur, Kebun Raya Buitenzorg tumbuh jadi institusi yang sangat besar, menguasai hampir semua bidang botani, agrikultur, hortikultura dan zoologi,” tulis Went (hlm. 392).

Kala itu, tak ada yang menandingi kekayaan koleksi flora Kebun Raya Buitenzorg, membuat para ilmuwan berkunjung dan melakukan penelitian ke kebun raya. Itulah mengapa fokus Treub dalam dekade pertama kepemimpinannya adalah membangun legitimasi ilmiah kebun raya.

Treub kemudian membangun fasilitas laboratorium, herbarium, dan pusat data dan perpustakaan yang lengkap dan nyaman. Treub juga menghidupkan lagi corong ilmiah kebun raya yang sempat mati suri, Annales du Jardin Botanique de Buitenzorg.

Perlahan Treub memoles Kebun Raya Buitenzorg jadi pusat para botanis dunia. Jika dulu data-data botani dikirim ke Belanda untuk ditelaah, kini justru botanis Belanda yang memerlukan diri datang ke Buitenzorg untuk meriset.

“Ratusan botanis dari sepenjuru dunia berkunjung ke kebun raya. banyak dari mereka tinggal berbilang minggu hingga bulan untuk meneliti flora tropis. […] Tabulasi pengunjung Laboratorium Treub menunjukkan bahwa sebagian besarnya adalah biolog asal Belanda,” tulis Went (hlm. 394).

Tak sia-sia, menjelang pergantian abad usaha-usaha Treub mulai menunjukkan hasil gemilang. Kerja-kerja Treub di Kebun Raya Buitenzorg berdampak pula pada fokus penelitian botani di koloni. Dewasa itu kepentingan ekonomi surut dan penelitian botani murni mulai mekar. Saat itu Kebun Raya Buitenzorg sudah menjadi sebuah lembaga riset flora tropis terpandang.

0 Komentar