Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengaku, saat kejadian pihak kepresidenan sudah mengingatkan Jokowi agar tak berjalan ke tengah sawah karena kondisi sedang hujan deras.
“Kemarin saat Presiden datang hujan besar, perangkat kepresidenan sudah mengingatkan presiden untuk tidak ke ujung ke pompa air yang berwarna kotak biru,” ujar Bey kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).
Namun, imbauan itu tak diindahkan oleh Jokowi yang memang sudah berniat mengecek kondisi pompa air di tengah sawah itu berfungsi atau tidak. Karena pompa tersebut dinilai sebagai kunci dari proyek food estate.
Baca Juga:Pria Ini Sedih Ikan Cupang Avatar bin Gordon Mati, Ikannya Dikafani Layaknya Manusia: Innalillahi wa Inna ilaihi roji’unAda 42 Makam 10 Tak Dikenal di Kebun Raya Bogor, Salah Satunya Istri Prabu Siliwangi?
Selain itu, menurut Bey, Jokowi tetap ke tengah sawah karena ingin menyapa warga yang sudah menunggu lama hingga rela hujan-hujanan demi melihat seorang presiden.
“Selain itu, Presiden ingin ke lokasi pompa air karena ada masyarakat yang menunggu di ujung. Mereka memanggil-manggil dan telah menunggu lama serta hujan-hujanan. Jadi Presiden ingin menyapa dari jarak yang relatif lebih dekat,” kata Bey.
Terkait ketiadaan Paspampres yang mengawal Jokowi saat berada di tengah sawah, Bey membantah. Hanya saja, paspampres berjalan belakangan karena pematang sawah hanya muat untuk satu orang saja.
“Kalau Paspampres lebih dahulu, maka Presiden nggak bisa sampai ke tempat paling ujung,” pungkasnya (*)
