CARUBAN NAGARI-Isra’ Mi’raj merupakan sebuah peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam. Isra’ berarti perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Mekah hingga Masjidil Aqsa di Palestina. Sedangkan Mi’raj perjalanan Nabi Muhammad SAW saat dinaikkan ke langit oleh Allah SWT sampai ke Sidratul Muntaha, yang merupakan tempat tertinggi.
Semua peristiwa itu terjadi hanya dalam waktu satu malam saja. Dalam peristiwa ini, Rasulullah SAW mendapatkan perintah langsung dari Allah, yakni melaksanakan salat 5 waktu bagi seluruh umat Islam, sebagai bentuk ibadah kita terhadap Allah SWT.
Lalu di manakah letak langit ke tujuh yang disebut langit tertinggi itu? Mungkin sekali ada yang mengira langit di atas itu berlapis-lapis sampai tujuh dan Sidratul Muntaha ada di lapisan teratas. Benarkah itu?
Baca Juga:Tegang 1 Menit 43 Detik, Baca Qonut dan Ayat Kursi Saat DisuntikTotal Anggaran Rp3,4 Miliar: Mantan Kades Tilap Dana untuk Betonisasi Jalan, Rutilahu hingga Bumdes Senilai Rp900 Juta
Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin mencoba membahasnya berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini, dalam blog pribadinya.
“Konsep tujuh lapis langit sering disalahartikan. Tidak jarang orang membayangkan langit berlapis-lapis dan berjumlah tujuh. Kisah isra’ mi’raj dan sebutan “sab’ah samawat” (tujuh langit) di dalam Al-Qur’an sering dijadikan alasan untuk mendukung pendapat adanya tujuh lapis langit itu,” tulis Thomas dalam sebuah artikel pribadinya.
Menurutnya, ada tiga hal yang perlu dikaji dalam masalah ini. Dari segi sejarah, segi makna “tujuh langit”, dan hakikat langit dalam kisah Isra’ mi’raj.
Sejarah Tujuh Langit
Dari segi sejarah, orang-orang dahulu –jauh sebelum Al-Qur’an diturunkan — memang berpendapat adanya tujuh lapis langit. Ini berkaitan dengan pengetahuan mereka bahwa ada tujuh benda langit utama yang jaraknya berbeda-beda. Kesimpulan ini berdasarkan pengamatan mereka atas gerakan benda-benda langit. Benda-benda langit yang lebih cepat geraknya di langit dianggap lebih dekat jaraknya. Lalu ada gambaran seolah-olah benda-benda langit itu berada pada lapisan langit yang berbeda-beda.
Di langit pertama ada bulan, benda langit yang bergerak tercepat sehingga disimpulkan sebagai yang paling dekat. Langit ke dua ditempati Merkurius (bintang Utarid). Venus (bintang kejora) berada di langit ke tiga. Sedangkan matahari ada di langit ke empat. Di langit ke lima ada Mars (bintang Marikh). Di langit ke enam ada Jupiter (bintang Musytari). Langit ke tujuh ditempati Saturnus (bintang Siarah/Zuhal). Itu keyakinan lama yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta.
