- Bila sasih kepitu (Januari) datangnya gempa secara terus-menerus, menandakan akan terjadi perang tidak henti-hentinya. Berbagai penyakit akan menimpa masyarakat.
- Bila sasih kaulu (Februari), dan sasih katiga (September) datangnya gempa secara terus-menerus, ramalannya akan terjadi wabah penyakit sampai banyak orang meninggal.
- Bila sasih kesanga (Maret) datangnya gempa secara terus-menerus, ramalannya negara tidak akan menentu. Para pembantu meninggalkan tuannya.
- Bila sasih kadasa (April), ramalannya negara akan menjadi baik. Ini berarti sebagai pengundang Bhatara berbelas kasih kepada manusia.
- Bila sasih jyesta (Mei) dan sasih sada (Juni), ramalannya akan terjadi banyak orang sakit tidak tertolongkan.
- Bila sasih kapat (Oktober), sasih kalima (November) ramalannya sebagai pengundang dewata. Para dewa senang tinggal di bumi. Bumi akan mendapat kerahayuan. Segala yang ditanam akan hidup subur dan berhasil (saphala sarwa tinandur). Raja atau pemimpin bijak dan berbudu rahayu.
- Bila sasih kanem (Desember), ramalannya banyak orang akan jatuh sakit tidak tertolongkan. Untuk menetralisir patut segera dibuatkan upacara persembahan caru selamatan.
Kecuali pengaruh dan ramalan gempa yang terjadi akan mengarah ke kebaikan, maka gempa yang terjadi dan berakibat buruk pada kehidupan harus segera dibuatkan upacara caru selamatan. Gempa yang terjadi pada bulan-bulan yang berbeda dan berpengaruh buruk terhadap kehidupan manusia akibat marahnya para dewa. Untuk jenis upacara persembahan selamatan dan ditujukan kepada dewa siapa, tergantung dari sasih (bulan) berapa terjadinya gempa tersebut. (*)
